Citrust.id – Komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar jalur rel terus diwujudkan melalui program layanan kesehatan gratis. Kali ini, KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon kembali menghadirkan Rail Clinic atau kereta kesehatan di Stasiun Cipunegara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (24/6/2026).
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian KAI terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta api, sekaligus memperluas akses layanan kesehatan bagi warga.
Vice President KAI Daop 3 Cirebon Sigit Winarto mengatakan, kegiatan bakti sosial Rail Clinic di Stasiun Cipunegara merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya digelar di Stasiun Arjawinangun pada 25 Juni 2025.
“Di wilayah Daop 3 Cirebon, Rail Clinic telah memberikan pelayanan kesehatan di 12 lokasi mulai tahun 2016 hingga 2026. Dimulai di Stasiun Ciledug pada 2016, kemudian Babakan pada 2017, Losari dan Pegadenbaru pada 2018, Jatibarang, Terisi, dan Haurgeulis pada 2019, Stasiun Cirebon pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020, Stasiun Pasirbungur pada 2023, Stasiun Ketanggungan pada 2024, Stasiun Arjawinangun pada 2025, dan hari ini kami melaksanakan kegiatan di Stasiun Cipunegara,” ujar Sigit.
Rail Clinic merupakan kereta kesehatan yang dirancang khusus untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat dengan memanfaatkan jaringan perkeretaapian. Kehadiran fasilitas ini memungkinkan layanan kesehatan menjangkau wilayah yang relatif sulit diakses kendaraan darat lainnya.
Pada kegiatan kali ini, KAI mengoperasikan Rail Clinic generasi keempat yang terdiri atas empat kereta diesel. Dua kereta difungsikan sebagai pusat layanan kesehatan, sementara dua kereta lainnya berfungsi sebagai Rail Library atau perpustakaan berjalan.
Beragam layanan kesehatan tingkat pertama disediakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi, layanan kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan mata, apotek, penyuluhan kesehatan, hingga pemeriksaan kebidanan lanjutan.
Tak hanya itu, Rail Clinic juga dilengkapi fasilitas penunjang medis modern seperti elektrokardiogram (EKG), ultrasonografi (USG), serta laboratorium hematology analyzer berbasis komputer yang mampu membantu tenaga medis dalam mendiagnosis berbagai penyakit melalui pemeriksaan sampel darah.
Untuk mendukung kelancaran layanan, KAI Daop 3 Cirebon menyiapkan 54 tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis kandungan, analis laboratorium, tenaga pemeriksa kesehatan mata, apoteker, hingga paramedis.
Sebanyak 200 warga di sekitar Stasiun Cipunegara mendapatkan kesempatan mengikuti pemeriksaan dan pengobatan gratis melalui program tersebut. Sebelum pelaksanaan kegiatan, peserta terlebih dahulu didata sesuai kuota yang tersedia dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat kepolisian, kecamatan, desa, hingga pengurus RT dan RW setempat.
Selain menghadirkan layanan kesehatan, KAI Daop 3 Cirebon juga menyalurkan bantuan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
“Sebagai bentuk kepedulian KAI di bidang pendidikan, kami juga memberikan bantuan 30 kacamata gratis, 15 paket vitamin untuk ibu hamil, 40 paket tas sekolah, dan 40 paket perlengkapan sikat gigi bagi siswa-siswi di sejumlah sekolah di wilayah Cipunegara,” kata Sigit.
Bantuan tersebut disalurkan kepada pelajar dari SDN Cipunegara, MI Miftahul Anwar Cipunegara, SDN Mukti Sari Cipunegara, SDN Wanasari 1, SDN Susukan Mulya 1, serta SMPN 1 Cipunegara.
Melalui kegiatan ini, KAI berharap tingkat kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar stasiun maupun jalur kereta api semakin meningkat. Selain itu, perusahaan juga ingin mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mencintai transportasi kereta api, menjaga aset negara, serta meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api. (Haris)







