SMSI, OJK, dan BI Bahas Tantangan Kemandirian Ekonomi Kota Cirebon

  • Bagikan
SMSI, OJK, dan BI Bahas Tantangan Kemandirian Ekonomi Kota Cirebon
SMSI, OJK, dan BI bahas tantangan kemandirian ekonomi Kota Cirebon. (ist)

Citrust.id – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cirebon menggandeng Pemerintah Kota Cirebon, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menggelar Dialog Publik bertema “Kemandirian Ekonomi, Tantangan dan Peluang Masa Depan Kota Cirebon” di Ruang Adipura Kencana Balai Kota Cirebon, Rabu (8/7/2026).

Dialog publik tersebut menghadirkan Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Fickry Widya Nugraha sebagai narasumber.

Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Cirebon turut mengikuti diskusi dan aktif menyampaikan berbagai pertanyaan terkait penguatan ekonomi daerah.

Ketua SMSI Kota Cirebon, Mastari, mengatakan dialog publik merupakan bentuk kontribusi nyata insan pers dalam mendukung pembangunan Kota Cirebon. Menurutnya, media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan diskusi yang mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan.

“Melalui dialog publik ini kami ingin memberikan sumbangsih kepada Kota Cirebon. Kami berharap forum seperti ini dapat menjadi wadah bertukar gagasan sekaligus melahirkan pemikiran-pemikiran yang bermanfaat bagi pembangunan ekonomi daerah,” ujar Mastari.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, regulator, media, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat terus diperkuat untuk mewujudkan kemandirian ekonomi daerah yang berkelanjutan sekaligus mampu menghadapi tantangan pada masa mendatang.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, mengapresiasi inisiatif SMSI Kota Cirebon yang menghadirkan ruang diskusi dengan melibatkan pemerintah, regulator sektor jasa keuangan, perbankan, hingga kalangan akademisi.

“Saya mengapresiasi teman-teman SMSI yang telah menyelenggarakan dialog publik ini. Dengan menghadirkan narasumber dari OJK, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah, kegiatan ini menjadi ruang edukasi yang sangat baik bagi masyarakat, khususnya mahasiswa,” kata Iing.

BACA JUGA:  Lewat Coffee Fest 2026, OJK Cirebon Genjot Literasi Keuangan UMKM

Menurut Iing, forum semacam ini memiliki nilai edukatif yang tinggi karena mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan, akses layanan keuangan, hingga pengembangan usaha yang menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi daerah.

“Tadi juga ada materi tentang literasi keuangan. Ini penting agar masyarakat semakin sadar dan semakin melek terhadap pengelolaan keuangan. Saya melihat para mahasiswa juga sangat interaktif dengan banyak pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber,” ungkapnya.

Selama diskusi berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), akses pembiayaan, hingga peluang pengembangan ekonomi lokal yang berdaya saing.

Salah seorang peserta, Siti Nur Asih, mahasiswa Universitas Bunga Bangsa Cirebon, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari materi yang disampaikan para narasumber.

“Kesannya sangat menarik sekali. Kegiatan ini membuat kami lebih melek tentang bagaimana cara meningkatkan UMKM di Kota Cirebon, khususnya melalui dukungan literasi keuangan dan pengembangan usaha,” ujarnya.

Siti berharap Pemerintah Kota Cirebon bersama Bank Indonesia dan OJK terus memperkuat pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu berkembang, naik kelas, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon.

Melalui dialog publik tersebut, SMSI Kota Cirebon berharap kolaborasi lintas sektor terus terjalin sehingga mampu melahirkan berbagai gagasan dan langkah konkret untuk memperkuat kemandirian ekonomi Kota Cirebon di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang. (Haris)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *