oleh

Mistifikasi Pohon

Oleh DADANG KUSNANDAR*

SEKETIKA saya teringat pohon Jambe yang ditanam di halaman rumah seorang dukun perempuan. Tentu saja dukun itu bukan perempuan muda yang ada di foto ini. Melainkan dukun perempuan tua.

Pohon jambe atau pohon pinang dalam dunia kecil saya ibarat pohon mistis. Entah karena di kampung saya hanya ada sebatang pohon jambe dan ditanam di halaman rumah dukun. Atau cerita lisan teman-teman kecil mengenai wewe gombel yang kerap tertawa di pohon jambe itu. Juga mungkin karena sempat tersiar kabar anak tetangga tiba-tiba menghilang dibawa genderuwo lalu sepekan kemudian ditemukan tergolek lemas di bawah pohon jambe sang dukun.

Mirip cerita alien dengan UFO-nya. Pohon jambe alias pohon pinang pada masa kecil saya jadi sedemikian menakutkan. Itu sebabnya jarang sekali pohon jambe itu jadi tempat sembunyi saat main petak umpet di malam hari. Lebih seram lagi terkadang ada semacam bola api dari langit yang seakan-akan turun menukik dan berhenti tepat di atas pohon jambe sang dukun.

Buah jambe ternyata mirip buah tanjung dan memiliki manfaat kesehatan yang cukup aduhai. Manfaatnya antara lain untuk mengatasi mulut kering, menguatkan gigi dan gusi, obat cacing, obat luka kulit, rabun mata, mengencangkan vagina, dan meningkatkan vitalitas.

Mengetahui manfaat kesehatan buah jambe sebagaimana tertulis di atas, agaknya dukun perempuan tua itu memang tepat menanam pohon jambe di halaman rumahnya. Dengan kata lain tanpa banyak kata ia jauh lebih mengenal alam dibanding orang sekitarnya. Sang dukun tak pernah belajar ilmu botani (bahkan ilmu apa pun) tapi ia paham manfaat buah jambe bagi penyembuhan pasien.

Hanya saja agar terkesan mistis dan supranatural maka boleh jadi cerita-cerita tidak logis sengaja dihembuskan oleh orang-orang yang merasa diuntungkan atas praktek perdukunan itu. Getok tular, cerita mulut ke mulut, seperti halnya sastra lisan pun akhirnya menyebar dan mengharumkan nama sang dukun.

BACA JUGA:   Avanza Seruduk Toko, Satu Tewas

Mistifikasi pohon, dalam hal ini pohon jambe menandakan adanya kausalitas fungsional yang saling bertaut. Ditilik dari sudut pandang lingkungan hidup, agaknya patut dicatat: Tidak seorang pun berani menebang pohon jambe tersebut sebelum dukun itu kembali pulang menghadap ilahi. []

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed