Jalur Bumiayu Sudah Bisa Dilalui, KAI Terapkan Kecepatan Terbatas

  • Bagikan
Jalur Bumiayu Sudah Bisa Dilalui, KAI Terapkan Kecepatan Terbatas
Jalur rel Bumiayu sudah bisa dilalui, KAI terapkan kecepatan terbatas. (Ist.)

Citrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya layanan perjalanan kereta api akibat anjloknya KA Bangunkarta di Stasiun Stasiun Bumiayu pada Senin (6/4/2026).

Setelah melalui penanganan intensif, kedua jalur yang sebelumnya terputus kini telah kembali dapat dilalui oleh kereta api.

Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan sejak insiden terjadi, selama 11 jam personel teknis bersama tim manajemen dikerahkan untuk melakukan evakuasi rangkaian, perbaikan jalur rel, serta rekayasa pola operasi guna meminimalkan dampak terhadap pelanggan.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa insiden ini berdampak besar terhadap rencana perjalanan banyak pelanggan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih atas kesabaran serta pengertian yang telah diberikan,” ujar Muhibbuddin.

Ia menjelaskan, proses evakuasi rangkaian kereta telah selesai dan jalur rel kembali dapat dilintasi pada Selasa (7/4/2026) pukul 04.08 WIB. Namun, untuk sementara waktu, perjalanan kereta api yang melintas di lokasi tersebut masih diberlakukan pembatasan kecepatan guna memastikan keamanan geometri jalur.

Akibat kejadian tersebut, total tujuh perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daop 3 Cirebon dibatalkan, sementara 27 perjalanan lainnya dialihkan melalui jalur memutar via Semarang. Pada periode 6 hingga 7 April 2026, KAI Daop 3 Cirebon telah memproses pembatalan sebanyak 273 tiket pelanggan.

KAI memastikan pengembalian dana secara penuh atau 100 persen bagi pelanggan yang terdampak dan melakukan pembatalan tiket. Pengajuan refund dapat dilakukan di stasiun hingga 7 x 24 jam setelah jadwal keberangkatan. Selain itu, KAI juga menyediakan kompensasi berupa service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan signifikan.

“Namun dalam pelaksanaan berbagai upaya tersebut, kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan, terutama bagi yang mengalami keterlambatan signifikan saat berada di atas kereta, menunggu kepastian waktu keberangkatan, hingga mengantre untuk proses refund di stasiun. Kami juga menyadari bahwa penyiapan layanan service recovery di beberapa titik masih memerlukan peningkatan,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Penumpang KA Daop 3 Tembus 4 Juta Orang Sepanjang 2025

Saat ini, jalur hulu dan hilir di lokasi kejadian telah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas sekitar 20 kilometer per jam. Kecepatan tersebut akan ditingkatkan secara bertahap menuju kondisi normal, seiring evaluasi teknis yang ketat dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan perjalanan.

“Kami terus berupaya memperbaiki seluruh aspek layanan, termasuk dalam penanganan kondisi krisis seperti ini. Bagi kami, pelayanan dan keselamatan pelanggan adalah yang utama. Kami menjadikan setiap tantangan sebagai bahan introspeksi untuk memperkuat sistem, meningkatkan kecepatan respons, dan menghadirkan perjalanan kereta api yang semakin andal,” tutup Muhibbuddin. (Haris)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *