oleh

Inilah Pemicu Depresi Pada Anak-Anak

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Anak jaman sekarang banyak dikelilingi faktor pemicu stres. Tuntutan berprestasi di sekolah atau dalam klub olahraga, PR bertumpuk, serta tekanan lingkungan. Stres melemahkan hampir semua sistem biologi dalam tubuh.

Kortisol dalam tubuh diproduksi terus, hingga anak mudah mengalami perubahan emosi secara dramatis hingga depresi. Hindari faktor stres dengan melakukan kegiatan secara rasional.

Selain itu, goncangan dalam keluarga seperti perceraian, atau orangtua yang cekcok terus menerus, memengaruhi secara signifikan perilaku dan psikologi anak. Hasil riset yang dipublikasikan dalam Journal of Marriage and Family menunjukkan, anak-anak dari keluarga yang pecah akibat perceraian, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan depresi dan perasaan tertekan dibanding anak dari keluarga utuh.

Kurang bermain juga merupakan pemicu stres pada anak-anak. Bermain merupakan kebutuhan penting bagi anak-anak. Dengan bermain otak punya kesempatan berkembang dan belajar.

Anak juga belajar memecahkan masalah, mengontrol sendiri kehidupannya, mengembangkan kompetensi serta mengeksplorasi minat. Pakar gangguan mental pada anak Peter Gray, PhD menyebut, kurang bermain secara aktif membuat anak tak mampu pecahkan masalah dan tidak kompeten. (Net/CT)

BACA JUGA:   Program Livelihood/PPMK dalam Penanganan Kumuh

Komentar

News Feed