Imigrasi Cirebon Tuntaskan Layanan Haji, 17.585 Jemaah Berangkat via Kertajati

  • Bagikan
Imigrasi Cirebon Tuntaskan Layanan Haji, 17.585 Jemaah Berangkat via Kertajati
Imigrasi Cirebon tuntaskan layanan haji 2026, 17.585 jemaah berangkat via Kertajati. (ist.)

Citrust.id – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon menuntaskan seluruh layanan keimigrasian bagi calon jemaah haji tahun 2026 Embarkasi Kertajati hingga keberangkatan kloter terakhir menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Sebanyak 17.585 jemaah haji diberangkatkan dalam 40 kelompok terbang (kloter) dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon, Komang Trisna Diatmika, mengatakan pelaksanaan layanan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.

“Pelaksanaan layanan tersebut merupakan bagian dari dukungan keimigrasian dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini melalui pemeriksaan dokumen perjalanan secara optimal, cepat, dan tertib,” ujar Komang, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, Kloter 40 menjadi rombongan terakhir yang diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui BIJB Kertajati. Selama operasional berlangsung, pelayanan keimigrasian dilakukan secara intensif dengan mengedepankan profesionalitas, ketelitian, dan pelayanan prima agar seluruh jamaah dapat berangkat sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Calon jemaah haji yang telah diberangkatkan menuju Tanah Suci sebanyak 17.585 orang yang terbagi dalam 40 kloter, dengan setiap kloter rata-rata berjumlah 440 jamaah,” katanya.

Ribuan jemaah tersebut berasal dari 19 kota dan kabupaten di Jawa Barat, meliputi Kota Bandung, Cimahi, Cirebon, Tasikmalaya, Banjar, serta Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Subang, Purwakarta, Bekasi, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Pangandaran, Majalengka, Indramayu, Kuningan, dan Kabupaten Cirebon.

Rangkaian operasional layanan haji Embarkasi Kertajati telah berlangsung sejak keberangkatan kloter pertama asal Kabupaten Indramayu pada 22 April 2026.

Komang menuturkan, kelancaran pelayanan keimigrasian tidak terlepas dari persiapan matang yang dilakukan jauh hari sebelumnya, mulai dari rapat koordinasi, penugasan personel, penyediaan sarana dan prasarana, hingga pengawasan ketat terhadap dokumen perjalanan jemaah.

BACA JUGA:  PUI Majalengka Kukuhkan Enam Kepala Sekolah

“Pengawasan keimigrasian meliputi keabsahan dokumen perjalanan, penerapan cap tanda keluar, kesesuaian visa, serta memastikan tidak ada jamaah yang masuk dalam daftar cekal maupun sistem keimigrasian,” ucapnya.

Menurut dia, kelancaran operasional di lapangan juga didukung sinergi antarlembaga yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Imigrasi Cirebon berkoordinasi intensif dengan Bea Cukai, Karantina Kesehatan, Kementerian Haji dan Umrah, TNI/Polri, PT BIJB Kertajati Perseroda, Angkasa Pura, Otoritas Bandara Wilayah I, hingga maskapai Saudi Arabian Airlines.

“Kantor Imigrasi Cirebon menugaskan 57 personel Imigrasi yang terbagi menjadi empat tim dan bersiaga penuh melayani jemaah secara bergantian,” tutur Komang.

Pihak Imigrasi Cirebon juga mendoakan seluruh jemaah haji diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci hingga kembali ke Indonesia.

“Allohumma ajalhum hajjan mabruro masykuro wadzanban maghfuro watijarotan lan tabur,” ujarnya. (Haris)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *