Citrust.id – Generasi muda harus memahami konstitusi dan sejarah bangsa agar mampu melanjutkan peran pembangunan nasional tanpa kehilangan jati diri. Pesan tersebut disampaikan Herman Khaeron di hadapan puluhan santri Pondok Pesantren Sains Salman Assalam, Cirebon, Selasa (9/12/2025).
Herman Khaeron menegaskan, pemahaman terhadap sejarah menjadi fondasi penting bagi generasi milenial agar memiliki orientasi yang benar dalam melihat perjalanan bangsa dan negara.
Menurut dia, sejarah tidak hanya memberikan pegangan, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap eksistensi Indonesia yang sangat berkaitan dengan peran konstruktif generasi muda.
“Dengan mengetahui sejarah, generasi muda memiliki orientasi yang benar tentang perjalanan bangsa serta tujuan yang harus dicapai dengan berbagai dinamikanya,” ujar Herman Khaeron.
Ia menilai, generasi muda saat ini memiliki tingkat interaksi dan rasa ingin tahu yang tinggi, termasuk dalam memahami norma-norma kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi modal penting dalam membangun kesadaran kebangsaan di tengah tantangan globalisasi.
“Generasi muda itu interaksinya lebih bagus dan keingintahuannya juga lebih tinggi terkait pentingnya norma-norma bernegara,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Khaeron juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Empat Pilar Kebangsaan mengandung semangat kebersamaan sekaligus menjadi perekat persatuan bangsa.
“Saya yakin, Empat Pilar Kebangsaan ini ke depan akan terus disosialisasikan, terutama kepada kader-kader muda, agar mereka benar-benar paham tentang pentingnya kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Legislator Partai Demokrat itu juga mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk menjadi agen perubahan dan pelopor dalam menjaga serta mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI di tengah arus modernisasi dan globalisasi.
Ia menegaskan, momentum bonus demografi dan cita-cita Indonesia Emas harus dimanfaatkan secara optimal oleh generasi milenial dengan tetap berpegang pada karakter kebangsaan dan nilai-nilai cinta Tanah Air.
“Momentum bonus demografi dan Indonesia Emas ke depan harus mampu dimanfaatkan sebagai peluang oleh generasi milenial Indonesia yang memiliki karakter kebangsaan dan nilai-nilai cinta Indonesia,” tegasnya. (Haris)













