oleh

Dandim Kota Cirebon: Mereka Mencari Celah, Anggap Petugas Sibuk Tangani Covid-19

Citrust.id – Komandan Kodim 0614 Kota Cirebon menyatakan, penggrebekan ratusan orang yang terciduk saat jual beli obat-obatan terlarang di kawasan makam Kutiong Kota Cirebon sudah meresahkan masyarakat.

Ratusan orang tersebut digrebek, setelah tim intelijen Kodim 0614 Kota Cirebon melakukan pemantauan. Dari penggrebekan tersebut, anggota TNI mendapati barang bukti berupa obat tramadol, trihek dan lainnya.

“Mayoritas adalah anak-anak muda. Kami sangat prihatin, karena pada saat ini sedang adanya wabah Covid-19. Namun mereka memanfaatkan untuk mencari celah, karena mengira petugas sibuk dalam pencegahan Covid-19,” ujar Dandim 0614 Kota Cirebon, Letkol Inf Herry Indriyanto, Senin (20/4).

Ia juga mengatakan, saat penggrebekan penjual obat-obatan berhasil lolos. Tetapi, para pembeli kita amankan. “Kita pilah mereka, tingkat keterlibatan mereka. Selain itu, pembinaan juga diberikan,” katanya.

Selain didata dan diberi pembinaan, untuk usia muda yang terjaring akan dipanggil  dan dikembalikam kepada orang tuanya. “Kita juga akan mengembalikan kepada orang tuanya, setelah didata dan dibina,” jelasnya.

Selain obat-obatan, anggota TNI juga memeriksa seluruh barang bawaan, baik tas maupun telepon genggam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut bersama Badan Narkotika Nasional (BNN). (Aming)

BACA JUGA:   YLKI: Tingkat Kepuasan Peserta JKN Terus Meningkat

Komentar

News Feed