oleh

BKNI akan Bangun Klinik Bertaraf Internasional di Majalengka

Citrust.id – Badan Ketahanan Nasional dan Internasional (BKNI) Republik Indonesia melakukan audiensi dengan Pemkab Majalengka terkait rencana pembangunan klinik kelas internasional program pembangunan klinik pratama dan hunian medical tuorism senior living, Rabu (8/1).

EDP BKNI, Gamal Abd Kholik mengatakan, BKNI bersama Aliansi Praktek Dokter Mandiri Indonesia (APDMI) punya program membangun 1000 klinik di seluruh Indonesia. Salah satu lokasinya di Padahanten, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka seluas 5 hektar.

“Mohon dibantu perizinannya dan target satu tahun selesai dan 2021 sudah selesai,” ungkapnya.

Gamal mengungkapkan, pembiayaan pengobatan tidak mutlak orang luar negeri, bisa lingkungan sekitar dan warga menengah ke bawah bisa gratis.

“Pembangunan poliklinik ini menggunakan dana konsorsium kerja sama dengan 202 negara dan tidak akan mengganggu APBN/APBD. Anggaran pembangunan klinik Rp70-75 miliar, termasuk pembebasan tanah. Kewajiban pemda hanya soal perizinan,” jelas Gamal.

H. Asep Fardan Suryawirawan, Korlap BKNI Jawa Barat, mengatakan, BKNI dan APDMI punya program membuat klinik bertaraf internasional yang menampung usia lanjut dari luar negeri dan yang membayar ada lembaga penjamin dari tiap-tiap negara.

“Mereka para pasien jompo ini punya biaya hidup rata-rata 133 dollar US. APDMI dengan BKN RI punya inisiatif membangun klinik dengan cost 100 USD perhari dan menyerap perawat sekitar 400 orang dari 100 guest house, ditambahkan dokter, office boy dan lain-lain sekitar 700 orang tenaga kerja,” ungkapnya.

Fardan memaparkan, klinik dibangun di kabupaten/kota yang berkembang. Pembangunannya dibiayai BKNI dan APDMI sebagai operator. Sudah ada lahan 5 hektar di Sukahaji dengan 100 guest house dengan tema Senior Living Tourism.

“Tiap satu orang jompo dari luar negeri menyerap tenaga kerja satu perawat. Gaji untuk perawat juga standar internasional, sekitar Rp4 jutaan. Biasanya TKI kita merawat jompo ke luar negeri, sekarang orang jomponya kita bawa. Jadi tenaga kerja tetap dekat dengan keluarganya,” paparnya.

BACA JUGA:   Kunjungi Desa Wisata Bantaragung, Ridwan Kamil Serahkan Mobil Aspirasi

“Para jompo orang asing itu bisa dibawa ke tempat-tempat wisata di Majalengka. Itu akan menjadi program lokal kami atau konten lokal Kabupaten Majalengka,” imbuhnya.

Pemkab Majalengka diharapkan memberikan respon positif atas program ini sehingga bisa segera direalisasikan. Dikarenakan konsumennya dari luar negeri, maka akan menggunakan Bandara Internasional di Kertajati.

“Pilot projectnya di 30 titik, termasuk Majalengka. Sesuai visanya, orang jompo dari luar negeri ini akan dirawat selama 3 bulan. Di Majalengka akan diupgrade dari faktor psikologisnya, akan diajak ngoyos atau tandur atau rekreasi ke tempat-tempat wisata,” ujarnya.

Sementara itu, Asda Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Majalengka, H. Abdul Gani, mengatakan, pihaknya, akan menyampaikan ke bupati. Fasilitas kesehatan baru ada 2 RSUD dan cakupan BPJS masih di bawah dan mudah-mudahan meningkatkan IPM.

“Kami akan mengkajinya dan mungkin akan dibahas khusus dalam Rapat Koordinasi Terbatas. Pak Bupati yang akan menentukan langkah selanjutnya,” pungkasnya. (Abduh)

Komentar

News Feed