Citrust.id – Kebakaran kandang kambing terjadi di Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 11.50 WIB. Sebanyak 28 dari sekitar 30 ekor kambing yang berada di dalam kandang mati, sementara dua ekor lainnya berhasil diselamatkan.
Kobaran api diketahui setelah Ibrohim, warga yang sedang memancing di Embung Cilekor, melihat kepulan asap dari arah lahan pekarangan milik Karsa. Lokasi kandang berada di area yang dikelilingi pagar seng dan berdekatan dengan rumah warga.
Informasi mengenai kebakaran tersebut kemudian diketahui warga dan diteruskan kepada petugas. Polsek Gunung Jati bersama pemadam kebakaran serta stakeholder terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan mencegah api menjalar ke lingkungan sekitar.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, dikerahkan untuk memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam sampai kobaran berhasil dikendalikan.
Kapolsek Gunung Jati AKP Muchammad Qomaruddin mengatakan personel kepolisian turut membantu proses penanganan di lokasi. Petugas melakukan pemantauan di sekitar area kebakaran karena posisi kandang yang dekat dengan rumah warga dinilai membutuhkan penanganan cepat.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas dan unsur terkait kembali memeriksa area terdampak. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang masih dapat memicu kebakaran susulan sekaligus mengecek kondisi kandang dan lingkungan di sekitarnya.
Kebakaran tersebut menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp100 juta. Sebagian besar kerugian berasal dari ternak yang berada di dalam kandang saat kebakaran terjadi.
Dari sekitar 30 kambing yang ada di lokasi, 28 ekor ditemukan mati. Sementara itu, dua ekor lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup.
Polsek Gunung Jati juga masih mendalami penyebab kebakaran. Petugas memeriksa lokasi dan mengumpulkan informasi untuk mengetahui bagaimana api pertama kali muncul serta faktor yang menyebabkan kebakaran berkembang di area kandang.
Menurut Qomaruddin, penanganan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur dan tetap mengutamakan keselamatan warga serta mencegah api meluas.
“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami pemilik lahan, khususnya karena sebanyak 28 ekor kambing mati dan menimbulkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp100 juta. Polsek Gunung Jati bersama pemadam kebakaran dan stakeholder terkait akan terus melakukan penanganan serta memberikan perhatian kepada warga terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” ujarnya. (Haris)







