Citrust.id – Jazirah Global Umrah memastikan keberangkatan 25 jemaah dari Cirebon menuju Tanah Suci pada 20 Agustus 2026. Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama PT Jazirah Nusantara Global, H. Abdi Kurnia, dalam manasik umrah bertema “Berbisik di Dinding Ka’bah” di Rumah Makan Bandar Jakarta, Kota Cirebon, Minggu (9/8/2026).
Manasik tersebut menjadi rangkaian pembekalan terakhir bagi jemaah yang akan mengikuti program umrah Agustus. Kegiatan menghadirkan motivator H. Edy Darmoyo, S.E., serta tausiah dari Al-Habib Ahmad bin Abdullah Alkaff.
H. Abdi Kurnia mengatakan, manasik kali ini menggabungkan peserta program Agustus dan Oktober. Sebanyak 25 jemaah akan diberangkatkan pada Agustus, sedangkan program Oktober diikuti 35 jemaah.
“Hari ini itu rangkaian manasik terakhir Jazirah Global Umroh. Alhamdulillah, hari ini kita menggabungkan program Agustus ada 25 orang dan program Oktober ada 35 orang,” ujar H. Abdi Kurnia.
Untuk rombongan Agustus, jemaah akan berangkat dari Cirebon pada 19 Agustus 2026 untuk kemudian melakukan penerbangan pada 20 Agustus pukul 00.40 WIB dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta langsung menuju Jeddah.
Sementara itu, peserta program Oktober dijadwalkan berangkat pada 1 Oktober 2026. Menurut H. Abdi Kurnia, pembekalan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga penguatan spiritual agar jemaah memperoleh pengalaman ibadah yang berdampak setelah kembali ke Indonesia.
“Kita tidak hanya ingin niat mereka kuat, tetapi kita tanamkan hatinya supaya kuat bahwa dengan berumrah ini mereka akan mendapatkan sesuatu yang baik, mulai berangkat sampai pulang lagi dengan ada perubahan-perubahan di diri mereka sendiri,” katanya.
Selain manasik, Jazirah Global Umrah memberikan pembekalan spiritual dan fikih kepada jemaah. Para jemaah juga dihimpun dalam satu jamiah untuk mendapatkan penguatan terkait ibadah dan syariat.
Setelah jemaah kembali dari Tanah Suci, perusahaan juga mempertahankan komunikasi melalui wadah alumni. Langkah tersebut dilakukan agar perubahan positif yang diharapkan setelah ibadah umrah dapat terus dipelihara.
H. Abdi Kurnia berharap para alumni tidak berhenti pada pengalaman pribadi setelah menjalankan ibadah umrah. Mereka juga diharapkan dapat merefleksikan perjalanan spiritual tersebut sekaligus ikut menyebarkan syiar Baitullah kepada orang-orang terdekat dan calon jemaah lainnya.
“Yang paling utama adalah bagaimana mereka mau bisa merefleksikan setelah umrah dan kembali ke Indonesia. Yang pertama, merefleksikan agar ada perubahan di individu, pribadi. Yang kedua, kita harap mereka syiar untuk Baitullah ke orang terdekatnya dan calon-calon jemaah yang lain,” tuturnya.
Pada 2026, PT Jazirah Nusantara Global menghadirkan dua pilihan layanan, yakni Jazirah Global Umrah sebagai paket premium dan An Nahl Umrah sebagai paket ekonomis. Kedua merek tersebut berada di bawah satu perusahaan dengan fasilitas, konsep layanan, dan pelaksanaan manasik yang disesuaikan dengan kebutuhan calon jemaah.
Jazirah Global Umrah menawarkan sejumlah fasilitas tambahan, antara lain hotel berbintang empat dengan jarak sekitar 50 meter dari lokasi ibadah, penerbangan menggunakan Saudi Airlines, perjalanan antarkota menggunakan kereta cepat, serta city tour dan kunjungan ke Badar serta Thaif.
“Jazirah Global Umrah memang paket premium. Hotelnya sekitar 50 meter, menggunakan Saudi Airlines, naik kereta api, kemudian ada city tour serta perjalanan ke Badar dan Thaif,” ujar H. Abdi Kurnia.
Adapun An Nahl Umrah diposisikan sebagai paket yang lebih ekonomis. Hotel yang digunakan berjarak sekitar 200 meter, sedangkan manasiknya dilaksanakan di Cirebon tanpa praktik di miniatur Ka’bah seperti yang diterapkan dalam program Jazirah Global Umrah.
“Kalau Jazirah Global Umrah, manasiknya plus praktik di miniatur Ka’bah. Biasanya di Semarang, tetapi kali ini dipindahkan ke Bandung karena ada destinasi baru, yakni Plaza Haji Qol Al-Qosbah dan kawasan Al-Jabbar. Sedangkan An Nahl Umrah manasiknya dilakukan di Cirebon,” katanya.
Untuk 2026, PT Jazirah Nusantara Global telah menyiapkan empat jadwal keberangkatan. Keberangkatan pertama telah terlaksana pada awal Ramadan atau Februari 2026.
Selanjutnya, rombongan An Nahl Umrah asal Kota Pemalang dijadwalkan berangkat pada 17 Agustus 2026 dengan jumlah 37 jemaah. Kemudian, Jazirah Global Umrah dari Cirebon dan sekitarnya akan berangkat pada 20 Agustus 2026 dengan 25 jemaah.
Sementara itu, program keberangkatan 1-12 Oktober 2026 telah terisi penuh. Perusahaan masih mengupayakan penambahan kuota kursi pesawat untuk menampung calon jemaah tambahan dengan penyesuaian harga.
“Program 1 Oktober sampai 12 Oktober sudah full booking. Kami sedang mengupayakan penambahan kuota kursi pesawat sehingga masih bisa menerima jemaah tambahan, tetapi dengan penyesuaian harga,” ungkapnya.
H. Abdi Kurnia menegaskan, penyesuaian harga hanya berlaku bagi calon jemaah yang mendaftar setelah kuota awal terpenuhi. Jemaah yang sudah melakukan pemesanan dan membayar uang muka sesuai kuota sebelumnya tidak dikenakan biaya tambahan.
“Yang sudah booking dan sudah DP sebelumnya tidak ada penambahan biaya sama sekali. Penyesuaian hanya berlaku bagi pendaftar baru karena harga tiket dipengaruhi kenaikan biaya bahan bakar pesawat dan penyesuaian nilai tukar dolar,” jelasnya.
Dalam persiapan keberangkatan, H. Abdi Kurnia menekankan kepastian jadwal sebagai salah satu keunggulan Jazirah Global Umrah. Menurut dia, perusahaan terlebih dahulu menyiapkan dan memastikan program, termasuk tanggal keberangkatan, pesawat, serta hotel, sebelum mencari jemaah.
“Keunggulannya yang pasti adalah keberangkatan yang sudah terencana. Insyaallah pasti, tanggalnya pasti, pesawatnya pasti, dan hotelnya pasti. Jadi biasanya setiap program itu kita sudah memastikan tanggal berangkatnya,” katanya.
Ia menjelaskan, konsep tersebut berbeda dengan pola yang mencari jemaah terlebih dahulu sebelum menyiapkan program perjalanan. Selain kepastian keberangkatan, Jazirah Global Umrah berupaya membangun hubungan dengan jemaah seperti keluarga sejak masa persiapan, selama berada di Tanah Suci, hingga kembali ke Indonesia.
Menurut H. Abdi Kurnia, Jazirah Global Umrah berada di bawah naungan PT Murida Umroh Haji Langsung dan telah memiliki izin. Kepastian administrasi tersebut dinilai penting untuk memberikan rasa aman kepada calon jemaah.
“Kita bagaimana menjadikan jemaah ini seperti keluarga. Sehingga ketika sebelum berangkat, saat persiapan berangkat, saat di sana pun, sehingga pulang pun kemari itu sudah kayak keluarga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memilih penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Calon jemaah diminta memastikan legalitas travel, kepastian tanggal keberangkatan, maskapai, hotel, serta fasilitas yang diperoleh.
“Saya mengimbau kepada calon jemaah agar benar-benar memilih travel yang membuat Bapak dan Ibu nyaman, berizin, serta memastikan tanggal keberangkatan sudah jelas. Kalau tanggal, pesawat, hotel, dan fasilitas sudah pasti, berarti travel tersebut umumnya sudah melakukan blocking seat dan pemesanan fasilitas lainnya,” ucapnya.
Masyarakat juga diingatkan tidak hanya tergiur harga murah. Seluruh komponen biaya perlu dipastikan sejak awal dan dijelaskan secara terbuka agar calon jemaah tidak menghadapi biaya tambahan yang sebelumnya tidak diinformasikan.
Memasuki 2027, PT Jazirah Nusantara Global telah menyiapkan lima program umrah, yakni keberangkatan awal Ramadan, awal musim pada Juli, program bulan Maulid, Oktober, dan Desember. Perusahaan juga akan meluncurkan program Umrah Plus Turki bagi alumni Jazirah Global Umrah maupun An Nahl Umrah.
“Insyaallah tahun 2027 kami meluncurkan lima paket umrah sekaligus serta program Umrah Plus Turki. Alumni Jazirah Global Umrah dan An Nahl Umrah akan terus mendapatkan informasi terbaru mengenai seluruh program tersebut,” tutup H. Abdi Kurnia. (Haris)







