Citrust.id – Suasana hangat namun sarat akan diskusi kritis mewarnai ruang pertemuan di Balai Kota Cirebon pada Rabu (4/3/2026). Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Pj Sekretaris Daerah, Sumanto, beserta seluruh jajaran perangkat daerah, menerima audiensi dan dialog terbuka dari Aliansi BEM Cirebon Raya. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mengevaluasi satu tahun masa kepemimpinan pasangan Wali Kota Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa dirinya bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Cirebon tidak pernah menutup diri terhadap kritik. Baginya, kehadiran mahasiswa yang menyoroti kinerja pemerintah adalah bukti bahwa dinamika pembangunan di Kota Cirebon berjalan dengan aktif. Ia memandang masukan dari kaum intelektual muda sebagai bahan bakar untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan ke depan.
“Kami dari jajaran pemerintahan tidak antikritik. Saya justru senang dengan kehadiran teman-teman semua di sini. Menyoroti kinerja kepala daerah selama satu tahun ini berarti saya sudah melakukan sesuatu. Kalau saya tidak disoroti, justru saya khawatir jangan-jangan saya tidak melakukan apa-apa,” ujarnya.
Wali Kota juga menyampaikan bahwa jabatan yang diemban saat ini bentuk tanggung jawab moral. Ia memiliki visi besar agar Kota Cirebon mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Jawa Barat, meski ia mengakui bahwa mewujudkan visi-misi lima tahun dalam waktu satu tahun bukanlah perkara instan.
“Saya ingin mengubah kota kelahiran saya ini menjadi lebih baik. Wong kita asli wong Cirebon ya, jadi saya ingin kota saya setara dengan kota-kota lainnya di Jawa Barat. Memang baru berjalan satu tahun, sedangkan visi-misi kita untuk lima tahun ke depan. Namun, apa yang bisa kita optimalkan hari ini, besok, dan lusa, akan terus kita upayakan dengan maksimal,” tegasnya. (Haris)













