oleh

Ratusan Guru Al-Zaytun Indramayu Dipecat, Mengadu ke FSGI

Indramayutrust.com – Sebanyak 116 guru Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) Al Zaytun Indramayu, diberhentikan tanpa alasan yang jelas dan tidak mendapat pesangon. Pemberhentian ini juga tidak disertai surat resmi PHK, Senin (06/02)

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti mengatakan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan 116 guru yang sudah mengabdi di Ponpes Al-Zaytun Indramayu selama 15-17 tahun. Ratusan guru tersebut meminta FSGI agar melakukan pendampingan atas masalah yang mendera secara tidak manusiawi.

“Tindakan sewenang-wenang dengan memberhentikan 116 guru tanpa pesangon. Pemberhentian juga tidak disertai oleh surat resmi PHK. Padahal ke-116 guru tersebut sudah mengabdi di YPI (Yayasan Pesantren Indonesia) Al-Zaytun rata-rata 15-17 tahun,” ungkapnya.

Mengetahui hal tersebut, FSGI melakukan kajian hukum atas kasus PHK massal ratusan Guru YPI Al-Zaytun dan menemukan 10 Pelanggaran Hukum yang diduga dilakukan Syekh Panji Gumilang dalam kapasitasnya sebagai pimpinan dan bagian dari manajemen YPI Al-Zaytun.

“Para guru yang di PHK pernah melaporkan Panji Gumilang atas dugaan penyalahgunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) ke Kejaksaan Negeri Indramayu pada 27 Januari 2017, dan pada 13 Januari 2017 mereka melapor ke Polda Jawa Barat dengan tuduhan dugaan Penghinaan dan Penistaan terhadap guru dalam suatu kegiatan dzikir di lingkungan pesantren Al-Zaytun dan dihadapan ribuan santri,” jelasnya.

Menurutnya, persoalan utama yang berujung pada PHK sewenang-wenang terjadi karena ke-116 guru tersebut menuntut keterbukaan tata kelola manajemen yayasan, dan kerap mengkritisi kebijakan pimpinan Al-Zaytun yang dinilai tidak demokratis dan tidak transparan. Namun, tawaran dialog justru selalu ditolak oleh pihak YPI Al-Zaytun tanpa alasan yang jelas.

Atas 10 pelangaran hukum yang diduga kuat telah dilakukan oleh pimpinan dan manajemen YPI Al-Zaytun tersebut, maka FSGI menuntut pihak-pihak terkait untuk segera bertindak tegas atas dugaan pidana dan segera melindungi ratusan guru korban PHK sewenang-wenang. (Didi)

BACA JUGA:   Tenant Sambut Baik Pembukaan Kembali Grage Mall dan Grage City Mall

Komentar

News Feed