oleh

Pemkab Majalengka Antisipasi Kedatangan Puluhan Ribu Pemudik

Citrust.id – Banyaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka yang saat ini pulang kampung menjadi permasalahan baru di tengah pandemi Covid-19 yang menjadi isu global. Dihawatirkan mereka terjangkit virus Corona hingga menular ke keluarganya di rumah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, menjelaskan, jika mengacu pada protokol kesehatan, para pendatang yang tiba di Majalengka, baik dari dalam maupun luar negeri, harus melewati pemeriksaan.

“Apalagi jika berasal dari zona merah atau daerah endemi, maka yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19,” katanya, Rabu (8/4).

Dijelaskan Eman, mekanisme pendataan door to door akan memakan waktu dan tenaga cukup lama. Maka sesuai arahan Bupati Majalengka, sebelum tiba di rumahnya, mereka diperiksa terlebih dahulu kesehatan maupun riwayat perjalananya.

“Ini langkah antisipasi, agar kita mudah mendeteksinya. Jadi kita cegat kepulangannya. Lokasi pemeriksaanya terkonsentrasi di beberapa titik,” bebernya.

Maka dari itu, lanjut dia, dibuat 11 posko di setiap pintu masuk yang menuju arah Majalengka. Termasuk exit tol Cipali menuju Majalengka, seperti exit tol Kertajati dan Sumberjaya.

“Nah, ketika mereka datang, langsung diidentifikasi, identitas, diperiksa suhu tubuhnya sekaligus diberikan sosialisasi, agar mereka bisa ikut bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19,” jelas Eman.

Ia mengimbau agar para pemudik dalam berinteraksi dapat menjaga jarak, tidak melakukan kerumunan dan mengisolasi diri di rumah selama 14 hari.

“Bagi mereka yang mengalami gangguan secara kesehatan, agar melapor ke RT/RW, kades dan puskesmas terdekat. Data terakhir, hari ini pendatang atau yang pemudik ke Majalengka sudah mencapai 19 ribu lebih,” tukasnya. (Abduh)

BACA JUGA:   Acep Bantah Dugaan Kebocoran Anggaran Penanganan Covid-19

Komentar

News Feed