Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta Terancam Masuk Daftar Hitam

Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta Terancam Masuk Daftar Hitam
Sosialisasi antipelecehan dan kekerasan seksual di.kereta api. (ist)

Citrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon menegaskan akan menindak tegas pelaku pelecehan seksual di lingkungan perkeretaapian, termasuk menjatuhkan sanksi blacklist agar pelaku tidak dapat kembali menggunakan layanan kereta api. Komitmen tersebut disampaikan dalam talkshow antipelecehan dan kekerasan seksual bersama komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Wilayah Cirebon di Stasiun Cirebon, Rabu (28/10/2026).

Deputy Vice President Daop 3 Cirebon Fitriyadi mengatakan, keselamatan dan kenyamanan pelanggan menjadi perhatian KAI. Karena itu, setiap laporan dugaan pelecehan seksual akan ditindaklanjuti sesuai prosedur, termasuk dengan berkoordinasi bersama pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk berani melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan seksual. Keberanian korban maupun saksi untuk menyampaikan laporan sangat penting agar petugas dapat segera mengambil tindakan. KAI berkomitmen memberikan perlindungan kepada pelanggan, termasuk menjaga kerahasiaan identitas pelapor sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Fitriyadi.

Ia menjelaskan, pelanggan yang mengalami atau melihat dugaan pelecehan seksual selama perjalanan dapat segera meminta bantuan kondektur, petugas pengamanan, petugas teknisi, atau petugas KAI berseragam lainnya. Laporan akan diproses sesuai ketentuan dan dikoordinasikan dengan pihak kewilayahan apabila membutuhkan penanganan lanjutan.

Pengaduan juga dapat disampaikan melalui kanal resmi KAI maupun Contact Center 121. Kecepatan pelaporan dinilai penting agar petugas dapat segera merespons kejadian dan menghubungi pihak berwenang jika diperlukan.

“Kami mengimbau pelanggan agar tidak ragu meminta bantuan kepada petugas ketika menghadapi situasi yang mengancam keselamatan atau kenyamanan. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin cepat pula petugas dapat melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan pihak berwenang apabila diperlukan,” jelas Fitriyadi.

Selain memperkuat mekanisme pengaduan, KAI meningkatkan pengawasan di stasiun dan selama perjalanan melalui penambahan personel keamanan. Pemantauan juga didukung kamera CCTV, termasuk CCTV analitik di sejumlah titik strategis yang beroperasi selama 24 jam.

BACA JUGA:  Telkomsel Teruskan Dukungan Program Bantuan Kuota Data Internet

KAI turut menyediakan fitur Female Seat Maps pada aplikasi Access by KAI. Fitur ini membantu pelanggan perempuan melihat kursi yang telah ditempati penumpang perempuan lain ketika memesan tiket sehingga informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan tempat duduk.

Berbagai langkah pencegahan itu dibahas dalam talkshow bertema “Satu Sumpah, Satu Komitmen” yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. Acara tersebut menjadi bagian dari kegiatan Nyore Ning Stasiun Volume 3.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Fitriyadi, Manager Humas Daop 3 Cirebon Muhibbuddin, psikolog Vivi Ade Cerliana, M.Psi., serta Kanit PPA DP3APPKB Kota Cirebon Linda Desyani, S.Psi.

Peserta yang hadir meliputi PIKKA (Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati Kereta Api), komunitas pecinta kereta api IRPS Cirebon, Edan Sepur Cirebon, KRD3, RF Tegal, serta calon penumpang kereta api.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber membahas cara mencegah pelecehan seksual di transportasi publik, langkah yang dapat diambil korban, serta pentingnya dukungan psikologis dan penanganan yang tepat. Keterlibatan operator transportasi, petugas, komunitas, dan masyarakat juga menjadi perhatian dalam membangun kepedulian terhadap keamanan sesama penumpang.

Kampanye tersebut dilengkapi dengan penandatanganan petisi antipelecehan seksual dan pembagian stiker kepada pelanggan serta undangan. Kegiatan ini menjadi ajakan bersama untuk menolak segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan kereta api.

Talkshow bersama IRPS Wilayah Cirebon ini bukan kali pertama digelar. Kegiatan serupa sebelumnya berlangsung di Stasiun Cirebon pada September 2024 dan Stasiun Cirebon Prujakan pada Mei 2025.

Fitriyadi berharap kampanye berkelanjutan tersebut dapat meningkatkan keberanian masyarakat untuk melaporkan pelecehan seksual sekaligus memperkuat peran pelanggan dalam menjaga keamanan perjalanan.

“Melalui kampanye ini, kami berharap tumbuh kepedulian bersama untuk mencegah pelecehan seksual di transportasi publik. KAI akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan, tetapi dukungan pelanggan juga sangat dibutuhkan. Jangan takut untuk melapor, karena setiap laporan menjadi langkah penting dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan nyaman bagi semua,” tutup Fitriyadi. (Haris)

BACA JUGA:  Inilah Tanggapan Mahasiswa IAIN Ketika Tahu Rektor Mereka Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *