oleh

Ini Enam Persoalan di Taman Kebumen Kota Cirebon

Citrust.id – Petugas dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon melakukan bersih-bersih di Taman Kebumen, Senin (22/1/2024). Inisiatif itu dipimpin Staf Ahli Wali Kota Cirebon, Ir. Agung Sedijono, M.Si.

Tim gabungan tersebut melibatkan Tim Biru DPRKP, petugas pengelolaan lingkungan DLH, Damkar dan BPBD Kota Cirebon, Satlinmas Satpol PP Kota Cirebon, serta elemen pemerintahan lainnya.

Agung Sedijono menyampaikan, paling tidak ada enam isu di Taman Kebumen. Pertama, pertumbuhan rumput yang sangat subur, baik yang tumbuh secara alami maupun yang tidak. Kedua, ditemukan coretan yang tidak semestinya, salah satunya di dinding bangku taman.

“Permasalahan ketiga melibatkan bangunan berbentuk hexagon yang telah mengalami kerusakan parah dan tidak dapat beroperasi. Penyelesaiannya tidak dapat dilakukan hari ini. Oleh karena itu, saat ini sedang dilakukan perhitungan untuk menentukan perbaikan apa saja yang diperlukan,” ungkapnya.

Selanjutnya yang keempat, gerobak pedagang kaki lima yang beroperasi 24 jam di depan kantor DPRKP melanggar peraturan lokasi PKL.

Sebaiknya, masih kata Agung, Satpol PP Kota Cirebon menegur dan mengatasi masalah itu, agar sesuai dengan titik lokasi yang ditentukan.

“Poin kelima mencakup penumpukan sampah perapihan bekas ranting pohon yang sudah berbau. Pembersihannya dapat selesai hari ini. Sementara, yang keenam mengacu pada lampu taman yang tidak semua berfungsi dan memerlukan perbaikan,” ucapnya.

Agung menyatakan, prioritas saat ini adalah menyelesaikan kebersihan. Untuk hal-hal lain, dapat dilakukan nanti. Ia juga berpendapat, inisiatif bersama perlu dijadwalkan dan bisa diimplementasikan di lokasi lain.

Ia menyatakan, hari ini, petugas akan menghapus tulisan-tulisan yang dianggap tidak pantas, termasuk yang bertuliskan ‘asrama bujang’, dari dinding bangku taman.

“Pada siang hingga sore ini, dilakukan pengecatan di lokasi tersebut. Setelah itu, diperlukan patroli dari petugas. Hal ini disebabkan nilai kurang pantas salah satu tulisan di dinding, yaitu ‘asrama bujang’. Mungkin dimaksudkan sebagai asrama terbuka bagi masyarakat,” ucapnya.

Selain Taman Kebumen, Agung juga mengungkapkan masalah di sekitarnya, termasuk Taman Penari Topeng di persimpangan Jalan Merdeka. Di sana, ada tunawisma yang mencuci dan menjemur pakaian di area taman.

“Di samping itu, terdapat tumpukan ranting pohon yang sudah dirapihkan dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Selanjutnya, di sebelah dan di belakang BAT, ada area yang perlu dibersihkan,” pungkasnya. (Gian)

Komentar