oleh

Diperlukan Peran Aktif Masyarakat untuk Tangkal Radikalisme dan Terorisme

Citrust.id – Prihatin atas penangkapan terduga teroris yang terus terjadi di Cirebon, Caruban Nusantara menyelenggarakan sosialisasi dan penguatan kepada tokoh masyarakat dan pemuda, Jumat (26/6), di Kuningan, Jawa Barat.

Sosialisasi dan penguatan dikemas dalam bentuk seminar itu mengambil tema Penguatan Peran Aktif Masyarakat dalam Menangkal Pemahaman Radikalisme dan Terorisme.

Pada kesempatan itu, Komandan Densus 99 PP Gerakan Pemuda Ansor, Dr. Muhammad Nuruzaman, M.Si., memaparkan, radikalisme atas nama agama tidak akan pernah habis dibicarakan. Berita di media massa sebagian masih diisi dengan terorisme.

Disampaikan Nuruzaman, konflik-konflik di Timur Tengah salah satunya disebabkan pemahaman yang fundamental dan radikal terhadap permasalahan politik, keagamaan dan kehidupan. Sebagian elemen masyarakat secara terang-terangan menolak keberadaan aliran radikal atas nama agama. Namun, banyak kelompok radikal atas nama agama yang hendak mengganti Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan UUD 1945 dengan khilafah, meski masih berbalut NKRI dan UUD 1945.

“Di Kabupaten Cirebon terdapat beberapa wilayah yang terindikasi terpapar paham radikalisme sehingga perlu diantisipasi. Intoleransi berbasis agama tidak jarang menimbulkan konflik sampai pada puncaknya, yaitu terorisme dalam taraf membahayakan stabilitas dan keamanan negara,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Nuruzaman, pada tahap tertentu, radikalisme dapat menyebabkan peperangan yang justru menimbulkan rasa tidak aman dan kerugihan dan mengorbankan jiwa. Pada taraf terendah, radikalisme bisa mengganggu keharmonisan dan kerukunan masyarakat. Karena menganggap yang lain sesat, bidah, dan kafir. Bagi kalangan yang tidak sependapat dengannya membuat masyarakat menjadi resah dan melawan tuduhan tersebut.

“Tugas berat kita sebagai muslim moderat harus gencar menanamkan nilai Islam yang humanis. Hal itu bisa dilakukan dalam tataran akar rumput, seperti TPA, pengajian serta majelis-majelis yang diisi dengan internalisasi nilai-nilai Islam rahmatan lilalamin dan deradikalisasi,” pungkasnya. (Rls)

BACA JUGA:   Pemuda Cikijing Ciptakan Tungku Sampah Penghasil Pupuk Pestisida

Komentar

News Feed