oleh

Bib Olib, Komandan Banser Kabupaten Cirebon

Citrust.id – Bib Olib, begitu ia biasa disapa. Habaib dengan nama lengkap Syarif Ahmad Tholib adalah Komandan Banser Kabupaten Cirebon atau Kasatkorcab. Ia tinggal di Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.

Bib Olib didapuk menjadi Komandan Banser oleh seluruh kader Ansor Banser Kabupaten Cirebon untuk masa khidmat 2020-2024.

Ditunjuknya Bib Olib bukan tanpa alasan. Di Kabupaten Cirebon, ia satu-satunya kader Ansor Banser yang menempuh pendidikan pelatihan dari tingkat dasar hingga atas.

Di GP Ansor ia mengikuti seluruh pendidikan pelatihan, yakni dari Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD), Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) hingga Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN).

Di Banser, ia menempuh pendidikan pelatihan mulai dari Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) hingga Kursus Banser Lanjutan (Susbalan), yang mana untuk ukuran seorang habaib sangat luar biasa. Pasalnya, ia ingin disamakan dengan yang lain tanpa ada perlakuan khusus terhadap dirinya.

Bukan hanya itu, pria berkacamata ini memiliki riwayat pendidikan formal yang bisa dikatakan luar biasa. Ketika kecil, ia sekolah di SD Negeri 1 Babakan Cirebon, Mts Negeri Babakan Cirebon. Saat remaja, ia bersekolah di SMA Malang, Jawa Timur.

Saat dewasa, ia menempuh pendidikan S1 di Universitas Tribakti, Kediri dan S2 di IAIN Syekh Nurjati, Cirebon. Selain pendidikan formal, pria kelahiran Cirebon, 28 April 1977 ini juga seorang santri, ia lulusan Pondok Pesantren Lirboyo tahun 2005.

Ia juga pernah berguru secara langsung kepada KH Sahal, Pati. Abah Dim, Kaliwungu. Habib Muh, Jagasatru. KH Mustahdi, Winong. KH Maemun Zubair, Sarang. Abuya Dimyati, Banten. KH
Masduqi, Babakan. KH Idris Marzuqi, dan KH Khabihi, serta Kyai War, Lirboyo.

Saat ini selain menjadi Komandan Banser, ia bekerja sebagai dosen di salah satu kampus swasta Cirebon, dan kepala di Pondok Pesantren Raudlatul Banat, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.

“Banser itu organisasi kader, yang tidak pernah mengikuti pengkaderan sesuai aturan jangan berharap menjadi Banser resmi, tidak peduli meski dia anaknya kiai atau wali sekalipun,” pungka Bib Olib. (Adv)

Komentar