Pemeran Film Harusnya Horror Sapa Penggemar di CSB Mall

Citrust.id – Meet and greet pemeran film Harusnya Horror di Cirebon Super Block (CSB Mall), Senin (17/8/2026), berlangsung meriah. Tepe, Niko Junius, Yuka Theo, dan Tierison hadir untuk mempromosikan film sekaligus menyapa dan berinteraksi langsung dengan para pengunjung.

Para pemeran Harusnya Horror tampak berinteraksi dengan pengunjung di area acara. Mereka juga melayani sesi foto bersama yang disambut antusias, terutama oleh para pengunjung yang didominasi kalangan anak muda.

Antusiasme terlihat dari banyaknya pengunjung yang memadati area meet and greet. Mereka tidak hanya menyaksikan kehadiran para pemeran, tetapi juga mengabadikan momen ketika dapat bertemu dan berfoto bersama cast film tersebut.

Kehadiran pemeran Harusnya Horror di CSB Mall Cirebon menjadi kesempatan bagi penggemar untuk bertemu langsung dengan para cast. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian promosi film yang akan tayang di bioskop Indonesia.

Harusnya Horror merupakan film debut penyutradaraan Reza “Arap” Oktovian yang dipersembahkan Ess Jay Pictures. Film bergenre komedi-horor ini mengusung kisah lucu dan absurd, tetapi tetap membawa sisi emosional yang kuat.

Cerita Harusnya Horror mengangkat perjalanan loyalitas dalam persahabatan ketika para tokohnya menghadapi proses saling membantu, pengkhianatan, memaafkan, hingga pengorbanan. Film ini juga menghadirkan isu content creator serta satir mengenai creator economy yang mengejar konten viral demi cuan.

Harusnya Horror menjadi persembahan terakhir dari almarhumah Lula Lahfah. Kehadiran sosok Lula dalam film tersebut membuat perjalanan produksinya memiliki nilai emosional tersendiri bagi Reza Oktovian dan seluruh member AAAClan.

“Setiap detiknya bersama Lula harusnya indah, kami berdua benar-benar menghargai setiap waktu bareng. Semua kru dan pemeran di film ini juga merasakan betapa besarnya dukungan dan kehadirannya selama produksi. Film Harusnya Horror menjadi memori terindah kami,” ujar sutradara Reza Oktovian.

BACA JUGA:  Tiga Desa di Kecamatan Susukanlebak Terancam Lenyap?

“Meski kemasannya komedi-horor dengan cerita yang absurd, tetapi saya ingin menyajikan tentang arti persahabatan, pengorbanan, dan pentingnya menghargai orang terdekat sebelum terlambat,” tambah Reza.

Harusnya Horror menjadi debut akting layar lebar bagi seluruh member AAAClan, yakni George Tierson (Jot), Yukatheo Glen Widjaja (Yuka), Garry Andriawan Ang (Garry), Teguh Prakoso (Tepe), Aldy Renaldy (Aloy), Ariyanto (Ibot), Niko Junius (Niko), dan Bravyson (Vicong).

Film ini juga didukung Reynavenzka, Ronny P. Tjandra, Heroe Soewarno, dan Malka Rafasya. Selain itu, terdapat penampilan spesial Yoshua Marcellos (Cellos) serta penghormatan untuk almarhumah Lula Lahfah.

Diproduksi oleh Ess Jay Pictures, Harusnya Horror diproduseri Sridhar Jetty, dengan Jimmy L. Lalwani sebagai ko-produser dan David S Suwarto sebagai produser eksekutif.

Sebagai sutradara, Reza memberikan treatment berbeda kepada para pemeran dengan memberikan kebebasan kreatif untuk mengeksplorasi karakter. Proses tersebut didukung acting coach dan development bersama sehingga para aktor dapat menampilkan sisi di luar Marapthon dan menghadirkan karakter baru yang belum pernah terlihat sebelumnya.

“Sebagai sutradara, Reza memberikan treatment yang berbeda untuk kami. Dia memberikan kebebasan kreatif ke kami sebagai aktor untuk bisa mengeksplorasi karakter. Dibantu dengan acting coach dan proses development bersama, kami jadi bisa menampilkan sisi di luar Marapthon dan menjadi karakter baru yang belum pernah terlihat sebelumnya,” ujar George Tierson (Jot) yang memerankan Kevin.

Sementara itu, produser Sridhar Jetty mengatakan Harusnya Horror menjadi persembahan terbaru Ess Jay Pictures yang merefleksikan situasi relevan di Indonesia saat ini.

“Meski genrenya komedi-horor, tetapi film ini punya makna yang relevan, tentang situasi creator economy, saat semuanya dijadikan konten, film ini ingin memberikan refleksi dan satir dalam bentuk komedi. Semoga penonton juga terhibur dan bisa merasakan kedekatan emosional yang dibangun dari ceritanya,” ujar produser Sridhar Jetty.

BACA JUGA:  Bintang Film Sosok Ketiga Kunjungi XXI CSB Mall

Sebelumnya, Harusnya Horror juga telah mendapat sambutan antusias dari penonton di berbagai kota. Tiket ATS (Advance Ticket Sales) dilaporkan ludes di Jakarta, Depok, Bekasi, Bali, Banjarmasin, Batam, Bogor, Jambi, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Makasar, Samarinda, dan Pontianak.

Film Harusnya Horror tidak hanya menyasar penggemar Marapthon dan AAAClan. Di balik cerita yang absurd, film ini membawa emotional core melalui tema persahabatan, kehilangan, pengkhianatan, memaafkan, dan pengorbanan.

Harusnya Horror dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Kehadiran para pemerannya di CSB Mall Cirebon menjadi salah satu rangkaian promosi menjelang penayangan film tersebut. (Haris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *