Citrust.id – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Indramayu memastikan pasokan elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu tetap aman. Distribusi dari tingkat agen hingga pangkalan juga dipastikan berjalan normal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, Hiswana Migas tetap menindaklanjuti adanya keluhan sebagian warga di Kecamatan Sindang yang mengaku kesulitan memperoleh elpiji 3 kg. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala dalam proses distribusi di lapangan.
Koordinator Daerah Hiswana Migas Kabupaten Indramayu, Asep Syaefudin ST, mengatakan hingga saat ini tidak ditemukan gangguan berarti pada rantai pasok elpiji bersubsidi. Penyaluran dari agen ke pangkalan masih berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Sejauh ini masih lancar, tidak ada kendala di tingkat agen,” ujar Asep, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, Hiswana Migas bersama seluruh agen terus melakukan koordinasi setiap hari guna memastikan kuota elpiji yang diterima setiap pangkalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing kecamatan.
Meski distribusi secara umum berjalan lancar, pihaknya tidak mengabaikan informasi yang berkembang di masyarakat, khususnya terkait dugaan kelangkaan elpiji 3 kg di Kecamatan Sindang.
“Kita juga masih cek soal adanya keluhan warga yang mengaku sulit mendapatkan gas elpiji tiga kilogram di Kecamatan Sindang,” katanya.
Berdasarkan data yang dimiliki Hiswana Migas, tidak terdapat pengurangan alokasi elpiji 3 kg untuk Kecamatan Sindang. Jumlah pasokan dari agen ke pangkalan tetap sesuai kuota yang telah ditetapkan.
“Distribusi elpiji di Kecamatan Sindang seharusnya tetap lancar jika melihat dari pasokan dari agen hingga ke pangkalan di wilayah tersebut,” tegas Asep.
Untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, Hiswana Migas bersama petugas dari agen akan melakukan inspeksi langsung ke sejumlah pangkalan di Kecamatan Sindang dalam beberapa hari mendatang.
Pengecekan dilakukan guna mengetahui apakah terdapat keterlambatan distribusi, kendala teknis, atau faktor lain yang menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh elpiji.
Selain itu, hingga kini Hiswana Migas juga belum menerima laporan resmi dari agen mengenai keterlambatan armada pengangkut maupun gangguan distribusi lainnya di wilayah Kabupaten Indramayu. Kondisi cuaca dan akses jalan juga masih dinilai mendukung kelancaran pengiriman elpiji ke seluruh pangkalan.
Hiswana Migas Kabupaten Indramayu menegaskan akan terus memantau perkembangan distribusi elpiji 3 kg di lapangan. Langkah ini dilakukan agar pasokan gas melon bersubsidi tetap tersedia dan dapat diterima masyarakat yang berhak secara tepat waktu. (Haris)













