Citrust.id -;Bupati Majalengka H. Eman Suherman menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui investasi dan pembangunan industri.
Hal tersebut disampaikan Eman saat memberikan arahan dalam apel di halaman Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian dan peternakan.
Dalam kegiatan yang turut dihadiri Wakil Bupati Majalengka Dena Muhammad Ramdan tersebut, Eman menyampaikan bahwa Majalengka memiliki modal kuat dalam sektor pangan dengan luas Lahan Baku Sawah (LBS) yang saat ini mencapai sekitar 50.000 hektare.
Dari jumlah tersebut, sekitar 37.000 hektare telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang harus dijaga keberlangsungannya.
Meski demikian, Eman menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan lahan pertanian dan kebutuhan alih fungsi lahan untuk mendukung masuknya investasi dan pembangunan kawasan industri.
Menurut dia, pembangunan ekonomi daerah tidak bisa dilepaskan dari keberadaan sektor pangan yang kuat dan berkelanjutan.
“Kita ingin Majalengka maju. Lahan harus dipertahankan untuk pangan, tetapi kita juga membutuhkan ruang bagi investor dan pembangunan industri agar ekonomi daerah terus berkembang,” ujar Eman.
Menghadapi momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Eman mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar DKP3 sebagai langkah konkret pengendalian harga dan inflasi.
Ia menilai harga kebutuhan pokok di Majalengka relatif stabil, meskipun beberapa komoditas, seperti cabai, kerap mengalami fluktuasi harga.
Eman pun menginstruksikan jajaran DKP3 untuk meningkatkan pengawasan di lapangan dan segera melaporkan apabila terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.
“Jika ada kenaikan harga yang tidak normal, segera laporkan agar bisa cepat dilakukan intervensi,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Majalengka juga menyerahkan bantuan operasional secara simbolis berupa tujuh unit sepeda motor dari Kementerian Pertanian kepada penyuluh pertanian berprestasi.
Eman memastikan fasilitas tersebut tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan penyuluhan di Majalengka, meskipun status kepegawaian para penyuluh kini berada di bawah pemerintah pusat.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan ternak berupa sapi, kambing, dan ayam melalui program pemerintah provinsi yang disalurkan ke wilayah Banjaran dan Talaga.
Eman berharap bantuan tersebut dapat dikelola dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saya bekerja keras ke pemerintah provinsi dan pusat untuk mendapatkan program ini karena tidak semua kabupaten mendapatkannya. Saya titip, ternak ini harus berkembang. Jangan sampai saya hanya menerima laporan kematian sapi. Rakyat harus lebih sejahtera dan bahagia,” ujar Eman.
Sementara itu, Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka H. Gatot Sulaeman mengatakan bahwa meskipun terdapat kecenderungan kenaikan harga pangan menjelang akhir tahun, kondisi ketahanan pangan di Majalengka masih tergolong aman dan terkendali. Hal tersebut didukung oleh kapasitas produksi lokal yang mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Untuk Kabupaten Majalengka, alhamdulillah kita surplus. Sejumlah komoditas diproduksi sendiri di sini, mulai dari sayur-mayur, beras yang posisinya surplus, hingga daging dan telur. Semuanya aman dan terkendali untuk momen Natal dan Tahun Baru,” ujar Gatot.
Sebagai langkah konkret pengendalian inflasi daerah, Gatot menyebutkan, atas arahan Bupati Majalengka, pemerintah telah menggelar Gerakan Pangan Murah di 10 titik strategis selama masa transisi kenaikan harga.
Gatot juga menambahkan,.Pemerintah Kabupaten Majalengka tetap memberikan perhatian dan apresiasi kepada tenaga penyuluh pertanian. Saat ini tercatat sebanyak 293 penyuluh yang sebelumnya berstatus pegawai daerah telah beralih menjadi pegawai pemerintah pusat.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa sinergi dan koordinasi antara penyuluh pertanian dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka tetap berjalan dengan baik demi menjaga produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian di daerah. (Abduh)













