Teknologi Solar Dryer Dome Mulai Diuji untuk Tembakau di Majalengka

Teknologi Solar Dryer Dome Mulai Diuji untuk Tembakau di Majalengka
Teknologi Solar Dryer Dome mulai diuji untuk tembakau di Majalengka. (ist)

Citrust.id – Pemerintah Kabupaten Majalengka menguji fungsi Solar Dryer Dome untuk Kelompok Tani Mekar Abadi di Desa Babakansari, Kecamatan Bantarujeg, Kamis (3/9/2026). Fasilitas pengering tembakau tersebut disiapkan untuk membantu petani menangani hasil panen secara lebih efisien dan tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.

Uji fungsi dilakukan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka bersama Bidang Hortikultura dan Perkebunan. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan perangkat serta sistem pengering dapat bekerja optimal sebelum fasilitas diserahterimakan dan digunakan kelompok tani.

Solar Dryer Dome tersebut berasal dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026. Penyediaan fasilitas ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Majalengka dalam mendukung pengembangan komoditas tembakau sekaligus meningkatkan mutu hasil produksinya.

Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka H. Gatot Sulaeman, AP., M.Si., didampingi Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Rahmat Subagja, S.Sos., mengatakan teknologi tersebut membawa perubahan dalam penanganan pascapanen tembakau.

Selama ini, pengeringan daun tembakau masih sangat dipengaruhi kondisi matahari dan cuaca. Situasi tersebut dapat berdampak terhadap lama proses pengeringan maupun kualitas hasil produksi.

“Solar Dryer Dome bukan sekadar rumah pengering biasa. Teknologi ini menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi utama, sehingga tidak hanya hemat biaya, tetapi juga ramah lingkungan,” ungkap Gatot.

Menurut dia, fasilitas itu tidak hanya mengandalkan energi matahari, tetapi juga dilengkapi sistem otomatis yang mengatur kondisi di dalam ruang pengering.

“Solar Dryer ini dilengkapi dengan sistem kontrol kelembaban dan suhu otomatis. Dengan demikian, petani tidak perlu lagi bergantung pada cuaca atau melakukan pemeriksaan manual secara terus-menerus,” jelasnya.

Gatot menegaskan, pengujian sebelum serah terima diperlukan agar setiap bagian dari fasilitas dapat dipastikan berfungsi sebagaimana mestinya.

BACA JUGA:  Pelanggar Lalu Lintas di Majalengka Terekam CCTV

“Kami pastikan seluruh kelengkapan alat ini berfungsi optimal sebelum diserahterimakan. Harapannya, teknologi ini benar-benar memberikan manfaat bagi petani, terutama dalam meningkatkan kualitas hasil dan efisiensi penanganan pascapanen,” katanya.

Kehadiran fasilitas tersebut mendapat sambutan positif dari Asep, petani tembakau yang tergabung dalam Kelompok Tani Mekar Abadi. Ia menilai Solar Dryer Dome dapat membantu mengatasi persoalan yang kerap muncul ketika proses pengeringan berlangsung pada kondisi cuaca yang tidak mendukung.

“Selama ini pengeringan sangat bergantung pada matahari. Kalau cuaca mendung atau hujan, prosesnya bisa terganggu dan kami harus lebih sering melakukan pengecekan,” ujarnya.

Asep berharap fasilitas dengan sistem otomatis tersebut membuat pengeringan lebih cepat dan terkontrol, termasuk ketika petani menghadapi musim hujan.

“Kami tentu sangat terbantu. Apalagi sistemnya sudah otomatis, ada pengaturan suhu dan kelembaban. Mudah-mudahan hasil tembakau kami semakin bagus dan nilai jualnya juga meningkat,” katanya.

Ia juga berharap Solar Dryer Dome dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani tembakau di wilayah Bantarujeg.

Rahmat Subagja menambahkan, lahan tembakau di Kecamatan Bantarujeg mencapai sekitar 582,43 hektare. Luas lahan lainnya tersebar di Kecamatan Lemahsugih 511 hektare, Kertajati 63 hektare, Malausma 8 hektare, dan Panyingkiran 6 hektare, dengan total produksi mencapai 1.022,49 ton rajangan kering.

Solar Dryer Dome memiliki sejumlah keunggulan untuk mendukung pengeringan tembakau. Selain memanfaatkan energi surya sehingga lebih hemat dan mengurangi ketergantungan pada energi konvensional, fasilitas tersebut memiliki sistem otomatis untuk mengendalikan suhu dan kelembapan.

Pengaturan tersebut memungkinkan kondisi ruang pengering disesuaikan dengan kebutuhan proses tanpa pemeriksaan manual secara berkala.

“Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, Pemkab Majalengka berharap produktivitas dan kualitas komoditas tembakau dapat terus meningkat. Selain itu, keberadaan Solar Dryer Dome diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian berbasis teknologi serta meningkatkan nilai tambah hasil produksi petani, serta mengefisiensi biaya produksi,” ujar Rahmat.

BACA JUGA:  Puti Guntur Soekarno Tekankan Masyarakat Mempunyai Rasa Kebangsaan Sesuai Pancasila

Pengujian fasilitas Solar Dryer Dome di Bantarujeg menjadi bagian dari pengembangan teknologi pascapanen tembakau di Kabupaten Majalengka. Pemkab berharap pemanfaatannya dapat mendukung pertanian yang lebih modern dan efisien sekaligus meningkatkan daya saing serta nilai ekonomi hasil tembakau petani. (Abduh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *