Shuttle Stasiun Buka Akses Wisata Cirebon hingga Kuningan

Citrust.id – Akses wisata Cirebon hingga Kuningan kini semakin mudah dengan terhubungnya perjalanan kereta api dan Shuttle Stasiun. Wisatawan yang turun di Stasiun Cirebon atau Stasiun Cirebon Prujakan dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi di pusat kota maupun menuju Kuningan menggunakan transportasi lanjutan.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, letak kedua stasiun yang berada di kawasan pusat kota menjadi salah satu keuntungan bagi wisatawan. Dari stasiun, perjalanan dapat diteruskan dengan berbagai moda transportasi menuju tujuan wisata.

“Kereta api menjadi pilihan transportasi yang nyaman, tepat waktu, dan praktis bagi masyarakat yang ingin berwisata ke Cirebon. Setibanya di stasiun, wisatawan dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi wisata yang relatif dekat,” ungkap Muhibbuddin.

Sejumlah tempat wisata di Cirebon dapat dicapai dalam waktu singkat. Keraton Kasepuhan, misalnya, berjarak sekitar 2 kilometer dengan waktu tempuh 5–10 menit. Sementara itu, Keraton Kanoman berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Stasiun Cirebon Prujakan.

Pilihan lainnya adalah Goa Sunyaragi yang dapat ditempuh sekitar 10–15 menit dan Pantai Kejawanan dengan waktu perjalanan sekitar 15 menit dari kawasan stasiun.

Wisatawan yang ingin membawa pulang oleh-oleh dapat mengunjungi Kampung Batik Trusmi yang berjarak sekitar 7 kilometer. Adapun Situ Patok bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam dengan waktu tempuh sekitar 25–30 menit dari kawasan stasiun.

Bagi wisatawan yang hendak meneruskan perjalanan ke Kuningan, tersedia layanan Shuttle Stasiun. Pemesanan dapat dilakukan melalui Tim Shuttle di pintu keluar sebelah utara Stasiun Cirebon atau menghubungi 0811-1017-7887 untuk Tim Shuttle Stasiun Cirebon dan 0811-1996-1439 untuk Tim Shuttle Terminal Kuningan.

Dari Stasiun Cirebon menuju Terminal Kuningan (Kertawinangun), shuttle tersedia pada pukul 01.30 WIB, 12.15 WIB, 14.15 WIB, 16.00 WIB, 19.45 WIB, dan 22.15 WIB.

BACA JUGA:  Wabah Difteri Dicurigai Menjalar ke Mundu setelah di Kecamatan Astanajapura

Titik naik rute tersebut meliputi Stasiun Cirebon melalui pintu keluar utara depan ATM Center, Grage Mall, serta Agen Sinar Jaya Ciperna. Sementara titik turun mencakup Cilimus, Jalaksana, Cirendang, Bunderan Cijoho, Ciporang, hingga Terminal Kuningan (Kertawangunan).

Untuk perjalanan dari Terminal Kuningan (Kertawinangun) menuju Stasiun Cirebon, keberangkatan tersedia pada pukul 03.45 WIB, 05.15 WIB, 14.15 WIB, 17.00 WIB, dan 18.45 WIB.

Rute dari Kuningan menuju Cirebon melayani titik naik di Terminal Kuningan (Kertawingunan), Ciporang, Bunderan Cijoho, Cirendang, Jalaksana, dan Cilimus. Adapun titik turunnya berada di RS Ciremai, CSB Mall, dan Stasiun Cirebon.

Layanan tersebut telah dimanfaatkan ratusan penumpang. Dalam periode 29 Juni hingga 20 Agustus 2026, tercatat 859 penumpang menggunakan Shuttle Stasiun, dengan rincian 559 penumpang untuk perjalanan Cirebon–Kuningan dan 300 penumpang pada relasi Kuningan–Cirebon.

“Konektivitas antara kereta api, stasiun, dan transportasi lanjutan memberikan pilihan perjalanan yang semakin mudah bagi wisatawan. Masyarakat tidak hanya bisa menikmati wisata sejarah, budaya, kuliner, dan alam di Cirebon, tetapi juga dapat melanjutkan perjalanan menuju Kuningan,” tambah Muhibbuddin.

Menurutnya, kemudahan akses tersebut diharapkan membuat waktu perjalanan wisata lebih efektif sekaligus memberi dampak terhadap pariwisata, UMKM, pusat oleh-oleh, dan perekonomian masyarakat lokal.

“Kami berharap semakin mudahnya konektivitas ini dapat mendorong masyarakat menjadikan kereta api sebagai pilihan perjalanan wisata. Turun dari kereta, wisatawan sudah bisa langsung memulai petualangan, baik menjelajahi Cirebon maupun melanjutkan perjalanan hingga Kuningan,” tutup Muhibbuddin. (Haris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *