oleh

Persaingan Semakin Ketat, Indonesia Darurat Insinyur!

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Tampaknya, Indonesia tengah dalam kondisi darurat tenaga kerja konstruksi ahli atau insinyur. Angka kekurangan insinyur tiap tahunnya pun tak main-main hingga mencapai 15.000 orang per tahunnya dalam kurun 2015-2025.

Menurut Ketua Umum Persatuan Insinyur Profesional Indonesia (PIPI), Raswari, kekurangan itu kemungkinan besar akan diisi oleh insinyur-insinyur asing mengingat Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang memberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Hingga saat ini, peran insinyur dalam perkembangan konstruksi Indonesia yang begitu pesat relatif belum terlalu besar karena minimnya kesempatan bagi mereka untuk terlibat secara dominan.

Untuk itu, para sarjana teknik baru diharapkan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin agar bisa bersaing secara global dan memenuhi kekurangan jumlah insinyur.

Adapun yang mesti dikuasai sarjana teknik baru menurut Raswari adalah kemampuan bahasa Inggris, kemampuan komputer beserta perangkat lunak keahlian praktisi di dalam perencanaan, keahlian di bidang engineering dan teknologi, serta kemampuan googling untuk mendapatkan pengetahuan yang dibutuhkan.

Hal lainnya yang tak kalah penting adalah kepemilikan sertifikat kompeten untuk menjamin kemampuan insinyur bersangkutan. Sayangnya, hingga saat ini jumlah insinyur bersertifikat di Indonesia masih sedikit.

Setidaknya ada tiga sertifikat yang mesti dimiliki oleh seorang insinyur, yakni sertifikat PIPI dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasiona (LPJKN), sertifikat dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di bidang kelistrikan, dan sertifikat MEA. (Net/CT)

BACA JUGA:   Usai Cerai Langsung Dapat e-KTP dan KK dengan Status Baru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed