oleh

Kembali Digelar, CSB Fashion Week Terapkan Protokol Kesehatan

Citrust.id – CSB Mall menggelar CSB Fashion Week 2020 di Atrium CSB Mall Cirebon selama 23-29 November. Pekan mode tersebut menghadirkan desain terbaru dari desainer Cirebon maupun brand-brand ternama yang jadi tenan di CSB mall.

Owner Nayyara Organizer; Retania Primasari, sebagai pelaksana acara menjelaskan, selain fashion show, CSB Fashion Week 2020 juga dimeriahkan talkshow, demo make up, dan live musik.

Dikatakan Retania, CSB Fashion Week kali ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain menerapkan protokol kesehatan, konsep yang diusung pun tak seperti pelaksanaan sebelumnya.

“Karena di tengah pandemi, CSB Fashion Week 2020 menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kursi penonton pun diatur jaraknya. Selain itu, untuk menghindari kerumunan, CSB Fashion Week kali ini tidak mengetengahkan bintang tamu maupun lomba-lomba,” paparnya.

Retania menambahkan, CSB Fashion Week 2020 bertujuan membangkitkan semangat pelaku fashion, terutama desainer Cirebon dan tenan-tenan di CSB Mall.

“Meski pandemi belum berakhir, kita jangan diam. Mari terus berkarya dan melakukan sesuatu sambil tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Manager CSB Mall; Adwin Nugroho, didampingi Head Marketing Creative; Nina Heryani, menyampaikan, CSB Fashion Week 2020 ditutup dengan peringatan ulang tahun ke-9 CSB Mall pada 29 November. Tema yang diusung yakni, 9ood Spirit for New Happiness.

“Sebelumnya, sejumlah even di CSB Mall batal digelar. Tenan-tenan juga merasakan dampak dari pandemi. Oleh karena itu, anniversary CSB Mall tahun ini jadi semangat bersama untuk meraih kebahagiaan,” tuturnya.

Adwin mengakui, pandemi Covid-19 berdampak pada menurunnya jumlah pengunjung mal. Namun, menjelang akhir tahun ini, ada tren kenaikan jumlah pengunjung, terutama saat long weekend.

“Ke depan, diprediksi ada pergeseran habit atau kebiasaan pengunjung. Sebelum pandemi, mal dijadikan meeting point atau tempat pertemuan, nongkrong dan lain-lain. Nanti pola itu berubah, dari meeting point menjadi to the point. Artinya, pengunjung datang ke mal hanya untuk belanja, kuliner maupun entertain. Setelah itu selesai. Durasi mereka di mal akan lebih singkat,” pungkas Adwin. (Haris)

BACA JUGA:   Proses Rencana Hibah Lahan untuk YPSGJ Masih di Pansus DPRD

Komentar

News Feed