Majalengkatrust.com – Mendekati pelaksanaan Pilkada Majalengka 2018, konstelasi politik semakin memanas. Pimpinan partai politik maupun bakal calon bupati terus bergeriliya di tengah masyarakat, guna mencari dukungan atau membangun koalisi.
Fenomena itu disikapi langgota DPR RI KH Maman Imanulhaq Faqieh saat melakukan silaturrahmi dengan pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka, di kantor PWI setempat, terkait suhu politik di kota angin tersebut.
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, pihaknya sudah mulai menjalin komunikasi politik dengan berbagai pihak. Salah satunya menjalin komunikasi dengan bakal calon Bupati H Karna Sobahi.
“Majalengka ke depan butuh pemimpinan yang kuat, cerdas, berwibawa, muda, dan visioner. Karena ke depan, Majalengka akan menjadi kawasan metropolitan dengan hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang dalam waktu dekat ini, akan segera beroperasi,” papar pengasuh Ponpes Al-Mizan Jatiwangi ini, Kamis (10/08).
Masih dikatakan Maman, dalam pertemuannya dengan Wakil Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi membahas beragam persoalan yang terjadi di Kabupaten Majalengka, di antaranya mencari formula yang terbaik berkonsep global. Karena Majalengka selain hadirnya bandara bertaraf Internasional, potensi wisatanya sangat luar biasa dan belum tergali secara maksimal. Sehingga diperlukan adanya partisipasi aktif dari semua komponen masyarakat.
“Diskusi kami berdua cukup panjang dan itu memikirkan sebuah konsep terbaik yang perlu mengeksplorasikan seluruh potensi Majalengka ke depan, baik bidang pendidikan, keagamaan, sosial, budaya, dan wisata,” tutur Ketua Lembaga Dakwah PB NU ini.
Disinggung terkait posisi PKB Majalengka ke depan jelang Pilkada serentak, Maman menyerahkan sepenuhnya kepada aturan dan mekanisme Parpol. Namun, partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini, akan tetap berkontribusi memberikan masukan kepada siapapun, baik kader maupun bakal calon.
“Yang terpenting sinergitas antara parpol ke depan harus jelas memberikan kesempatan kepada ormas keagamaan. Sampai sekarang soal memilih calon, PKB melihat hasil survei internal dan eksternal,” paparnya.
PKB sendiri akan terus membangun komunikasi politik dengan pimpinan parpol lainnya. Termasuk menjalin silaturrahmi dengan elemen masyarakat lainnya.
Ditanya apakah dirinya siap turun gunung terjun ke Pilkada Majalengka, Maman menyerahkan sepenuhnya itu ke mekanisme parpol dan dukungan masyarakat. Menurut dia, dari hasil survei internal partainya, posisi popularitas dan elektabilitas Wakil Bupati Majalengka H. Karna Sobahi masih yang tertinggi, jauh meninggalkan para kompetitornya. Karena ke depan Majalengka sangat luar biasa, sehingga Karna membutuhkan wakilnya yang berwibawa, visioner, cerdas, berwawasan luas, memiliki jaringan luar biasa.
“Politik itu sangat dinamis. Kalau mengacu pada pengabdian, dimanapun saya siap,” tuturnya.
Pengurus DPC PKB dan GP Ansor Majalengka, Aan Subarhan, melihat pasangan Karna Sobahi-Maman Imanuhaq Faqieh sangat cocok memimpin Majalengka, yang kedepannya penuh dengan tantangan dan kemajuan.
“Pak Karna memiliki pengalaman yang lama di dunia birokraksi dan dua periode di pemerintahan. Sedangkan Kang Maman tokoh nasional, anggota DPR RI dengan jaringan yang luas di negeri. Keduanya sangat cocok membangun Majalengka,” ucapnya. (Abduh)