Citrust.id – Pemerintah Kota Cirebon terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Malam Preliminary Show Pemilihan Jaka Rara Kota Cirebon Tahun 2026 yang digelar di Baraja Amphitheater, Selasa (7/7/2026), sebagai tahapan penting untuk menjaring duta muda yang berwawasan, komunikatif, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Kota Cirebon.
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menegaskan bahwa ajang Jaka Rara bukan sekadar kompetisi penampilan maupun agenda seremonial tahunan. Menurutnya, proses seleksi ini menjadi wadah untuk memilih generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi daerah.
“Pemilihan Jaka Rara bukan hanya mencari figur yang mampu memperkenalkan destinasi wisata atau budaya Kota Cirebon. Yang kami harapkan adalah lahirnya generasi muda yang mampu berpikir kritis, memahami berbagai tantangan pembangunan, serta menjadi komunikator publik yang dapat menyampaikan potensi dan kebijakan daerah kepada masyarakat dengan cara yang menarik dan mudah dipahami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tantangan pembangunan Kota Cirebon saat ini semakin kompleks. Mulai dari penataan lingkungan, pelestarian cagar budaya, pengembangan tata ruang, hingga penguatan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata membutuhkan keterlibatan generasi muda yang memiliki wawasan luas dan kemampuan menganalisis persoalan secara objektif.
Sebagai salah satu dewan juri dalam Malam Preliminary Show Jaka Rara Kota Cirebon 2026, Siti Farida mengaku akan memberikan perhatian lebih pada kualitas pemikiran dan kemampuan para finalis dalam menyampaikan gagasan.
“Saya ingin melihat sejauh mana para finalis memahami realitas sosial di Kota Cirebon, mampu memberikan pandangan yang rasional, serta menawarkan ide-ide yang konstruktif. Penampilan tentu penting, tetapi harus diimbangi dengan wawasan dan argumentasi yang kuat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk terus membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di sektor kebudayaan dan pariwisata.
“Kami membutuhkan anak-anak muda yang mau terlibat, berpikir bersama, dan bekerja bersama membangun Kota Cirebon. Pemerintah akan terus membuka ruang kolaborasi agar ide, kreativitas, dan semangat mereka dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, mengapresiasi konsistensi Paguyuban Jaka Rara Kota Cirebon yang terus menjaga kualitas penyelenggaraan ajang tersebut dari tahun ke tahun.
Menurut Agus, Malam Preliminary Show menjadi salah satu tahapan penting bagi 22 finalis yang mewakili kelurahan di Kota Cirebon sebelum memasuki tahap penilaian berikutnya. Tahapan ini menjadi momentum untuk mengukur kualitas para peserta sebelum melangkah ke babak selanjutnya.
“Tahun ini kami memiliki optimisme besar. Setelah sebelumnya Jaka Rara Kota Cirebon berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang Mojang Jajaka Jawa Barat, kami berharap tahun ini dapat kembali memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Kota Cirebon di tingkat provinsi,” ujar Agus.
Optimisme tersebut menjadi dorongan bagi seluruh finalis Jaka Rara Kota Cirebon 2026 untuk terus meningkatkan kemampuan, tidak hanya sebagai duta pariwisata dan budaya, tetapi juga sebagai generasi muda yang mampu menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan dan membawa nama baik Kota Cirebon di tingkat Provinsi Jawa Barat. (Haris)













