oleh

Dies Natalis ke-60 YPSGJ-UGJ Kukuhkan Tiga Profesor

Citrust.id – Kolaborasi yang sinergis antara Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) yang diketuai Dadang Sukandar Kasidin dan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) yang dipimpin Prof. Dr. Drs. H. Mukarto Siswoyo, M.Si ., untuk berkomitmen membangun dan meningkatkan mutu dunia pendidikan tinggi, khususnya UGJ, banyak membuahkan hasil.

Sebelumnya, kolaborasi kepemimpinan itu berhasil membawa UGJ di peringkat 119 perguruan tinggi terbaik se-Indonesia versi Kemendikbud, mewujudkan 10 program studi terakreditasi A, dan menyediakan sarana pengembangan fasilitas mahasiswa yang diprioritaskan. Kini, pada usia yang ke-60, UGJ kembali mengukir sejarah dengan prestasi gemilang, yaitu mendapatkan tiga dosen dengan jabatan profesor sekaligus dalam satu waktu.

Ketiga profesor itu dikukuhkan Majelis Guru Besar/Profesor di auditorium kampus utama UGJ, Jalan Pemuda No. 32, Kota Cirebon, Sabtu (30/1). Pengukuhan itu bertepatan dengan dies natalis ke-60 pada 16 Januari. Kehadiran tiga profesor tersebut merupakan kado terindah yang dipersembahkan ketua yayasan dan rektor kepada lembaga yang dipimpinnya dan kepada negara.

Ketua Yayasan PSGJ, Dadang Sukandar Kasidin, mengatakan, keberhasilan itu merupakan bentuk sinergitas Ketua Yayasan dan Rektor UGJ sehingga dapat saling mendukung kemajuan SDM di lingkungan UGJ. Ketiga profesor yang baru saja dikukuhkan tersebut adalah Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si, Prof. Dr. H Junaedi, S.H., M.H, dan Prof Dr. H. Endang Sutrisno, M.Hum.

Ketua YPSGJ mengatakan, dirinya terus mendorong dan memfasilitasi para dosen UGJ untuk meningkatkan kompetensi dan kualitasnya. Yayasan mendukung penuh dalam berbagai segi, temasuk dari segi pembiayaan kuliah. Bagi dosen yang tidak memperoleh biaya dari Kemendikbud ataupun dari sumber lainnya, yayasan membantu para dosen yang melakukan studi lanjut. Itu dilakukan agar kualitas SDM, terutama dosen, terus meningkat. Kualitas mahasiswa dan lulusan UGJ pun akan ikut meningkat.

Pada setiap kesempatan, ketua yayasan selalu mengingatkan kepada para dosen untuk selalu membesarkan, meninggikan, dan mengagungkan Allah SWT dalam membesarkan UGJ. Selain itu, meningkatkan loyalitas kepada lembaga dan mengukuhkan kesadaran, disiplin dan komitmen pada peningkatan kinerja, produktivitas, inovasi dan kreativitas.

“Teruslah meningkatkan budaya komunikasi dan koordinasi agar guyub dengan selalu menghormati, menghargai dan mengerti satu sama lain. Dengan demikian, sivitas UGJ dapat mempertahankan dan meningkatkan peringkat universitas unggul di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Dadang Sukandar Kasidin juga menyampaikan, seorang akademisi harus membudayakan sikap tidak mengedepankan keegoan. Sikap itu dapat membentuk kepribadian yang menjalankan sesuatu seenaknya, semaunya, menggampangkan, dan takabur seingga tidak dapat menjalankan aturan, etika, dan peraturan.

“Kita harus dapat membudayakan nilai-nilai luhur untuk selalu mengembangkan sikap untuk saling membantu, saling mendukung, saling melengkapi dan menutupi kekurangan dan kelemahan satu sama lain. Jangan mengedepankan keegoan dan mengedepankan kepentingan pribadi atau golongan. Lakukan terus perbuatan baik. Biasakan untuk terus berkomunikasi dan berkoordinasi untuk saling menghargai, menghormati, dan mengerti agar dapat memberi dan membagi di lingkungan keluarga besar UGJ dan masyarakat pada umumnya,” ucap Dadang.

Sejalan dengan Ketua Yayasan, Rektor UGJ menyampaikan, keberhasilannya mencapai jabatan fungsional akademik tertinggi sebagai profesor adalah buah kerja keras dan dukungan semua pihak, terutama Ketua YPSGJ. Capaian ini agar menjadi sumber motivasi dan penyemangat bagi seluruh dosen bahwa dengan kerja keras, fokus dan kemauan yang kuat maka apa yang kita ingin wujudkan insya Allah terwujud, tentu dengan selalu memohon pertolongan dan ridho Allah SWT.

“Seperti diketahui bersama, menjadi profesor merupakan cita-cita tertinggi seorang dosen.Kunci utama sukses sebagai calon profesor adalah berusaha atau niat, karakter (budaya riset dan publikasi) dan kerja keras (mandiri maupun kolaborasi). Itu semua disertai doa, kesabaran dan disiplin (manajemen/target waktu). Untuk itu diperlukan peningkatan motivasi diri,” ungkapnya.

Rekor menambahkan, setiap dosen dituntut melaksanakan tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, harus melakukan penelitian publikasi ilmiah, sekaligus menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Namun, yang menjadi kendala, terkadang dosen terlalu sibuk dengan jadwal mengajar atau terjebak dengan tugas tambahan sebagai pejabat struktural.

“Sehingga dosen tidak sempat meluangkan waktu untuk menuangkan ide-ide cemerlangnya dalam melakukan publikasi ilmiah dalam bentuk artikel maupun buku. Hal tersebut yang terkadang menjadi salah satu penyebab terhambatnya dosen dalam meraih jenjang karirnya,” ujar Rektor.

Saat pengukuhan, Rektor UGJ menyampaikan orasi ilmiah dengan tema; Implementasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah Sepenuh Hati: Kunci Kemajuan Daerah. (Haris)

Komentar

News Feed