Citrust.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat kualitas layanan kepada pelanggan selama masa Angkutan Lebaran 2026, tidak hanya dalam hal keselamatan dan kenyamanan perjalanan, tetapi juga melalui optimalisasi layanan penanganan barang hilang atau tertinggal (lost and found).
Selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung sejak 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat puluhan temuan barang milik penumpang yang tertinggal di kereta maupun area stasiun. Menariknya, seluruh barang tersebut berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengungkapkan, pihaknya mencatat sebanyak 89 kasus penemuan barang dengan berbagai jenis, mulai dari perangkat elektronik hingga barang berharga.
“Selama masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 3 Cirebon telah mencatat 89 kasus penemuan barang tertinggal baik di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta api, dengan estimasi nilai mencapai Rp106.560.000. Seluruh barang tersebut telah kami kembalikan kepada pemiliknya,” ujar Muhibbuddin.
Barang-barang yang ditemukan meliputi laptop, tablet, konsol gim, koper, dompet, dokumen penting, uang tunai, ponsel, jam tangan pintar, hingga perhiasan emas. Keberhasilan pengembalian ini tidak lepas dari sistem pengelolaan lost and found yang terintegrasi dan respons cepat petugas di lapangan.
Muhibbuddin menjelaskan, penumpang yang merasa kehilangan barang dapat segera melapor kepada kondektur di dalam kereta, petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) di stasiun, atau melalui Contact Center KAI 121.
“Bagi para pengguna jasa kereta api yang kehilangan barang, dapat melaporkan kepada kondektur, petugas Polsuska, atau melalui Contact Center KAI 121 agar segera kami tindak lanjuti,” katanya.
Setelah laporan diterima, petugas KAI akan langsung melakukan pencarian. Jika barang ditemukan saat itu juga, maka akan langsung diserahkan kepada pelapor. Namun, apabila belum ditemukan, pihak KAI akan terus melakukan penelusuran dan memberikan pembaruan informasi secara berkala melalui sambungan telepon.
Sementara itu, untuk barang yang ditemukan di dalam kereta atau area stasiun, petugas akan mengumumkannya melalui pengeras suara. Jika tidak ada yang mengambil, barang tersebut akan diamankan di pos pengamanan stasiun, diberi label khusus, diverifikasi, dan dimasukkan ke dalam sistem database lost and found.
“Melalui sistem database lost and found yang terhubung secara online di seluruh stasiun, kami dapat mempermudah proses pencarian barang sesuai dengan ciri dan spesifikasi yang dilaporkan penumpang,” tambah Muhibbuddin.
KAI juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjaga barang bawaan, terutama saat arus balik Lebaran yang identik dengan tingginya mobilitas penumpang.
Sebagai moda transportasi favorit saat mudik dan balik Lebaran, KAI mengimbau agar penumpang tidak membawa barang berlebihan serta selalu memastikan barang bawaan tetap dalam pengawasan.
“Pastikan kembali seluruh barang bawaan di area tempat duduk maupun bagasi sebelum turun dari kereta agar tidak ada yang tertinggal,” tutup Muhibbuddin. (Haris)













