Citrust.id – Menjelang puncak peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599, Pemerintah Daerah Kota Cirebon menggelar rangkaian kegiatan spiritual berupa salat berjamaah di Masjid Sang Cipta Rasa Kesepuhan dan ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para leluhur sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam membangun Kota Cirebon.
Rangkaian kegiatan dipimpin langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta kepala perangkat daerah.
Masjid Sang Cipta Rasa Kesepuhan dan Makam Sunan Gunung Jati dipilih karena memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat bagi masyarakat Cirebon. Kedua lokasi tersebut menjadi simbol perjalanan panjang Cirebon sebagai pusat penyebaran Islam sekaligus bagian penting dari identitas budaya daerah.
Suasana khusyuk mewarnai seluruh prosesi. Doa bersama dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan Kota Cirebon yang kini memasuki usia hampir enam abad. Momentum tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang refleksi untuk memperkuat komitmen membangun daerah tanpa meninggalkan nilai budaya dan kearifan lokal.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, ziarah dan doa bersama telah menjadi tradisi yang sarat makna dalam setiap peringatan Hari Jadi Kota Cirebon. Menurutnya, pembangunan harus berjalan seiring dengan rasa syukur serta penghormatan terhadap jasa para pendahulu.
“Kita sudah bersama-sama melaksanakan salat berjamaah di Masjid Sang Cipta Rasa Kesepuhan, kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati. Alhamdulillah seluruh prosesi berjalan lancar dan baik. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Cirebon,” ujar Effendi.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam semangat kebersamaan serta kecintaan terhadap Kota Cirebon.
“Melalui kegiatan ini kita berharap mendapatkan keberkahan untuk Kota Cirebon. Semoga Kota Cirebon semakin maju pembangunannya, masyarakatnya semakin guyub, semakin rukun, dan semuanya diberikan kebahagiaan serta kesejahteraan,” katanya.
Menurut Effendi, usia 599 tahun menjadi bukti panjangnya perjalanan Kota Cirebon dalam menghadapi berbagai dinamika sejarah. Dari pusat perdagangan dan penyebaran Islam pada masa lalu, Cirebon kini berkembang sebagai kota jasa, perdagangan, pendidikan, dan kebudayaan.
Karena itu, Hari Jadi Cirebon bukan hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga kesempatan meneguhkan arah pembangunan daerah pada masa mendatang. Dengan memahami sejarah dan menghargai warisan leluhur, masyarakat diharapkan semakin memperkuat persatuan serta berkontribusi dalam pembangunan.
Peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 mengusung tema “Manunggal Winangun Caruban”. Tema tersebut menggambarkan semangat persatuan dan gotong royong seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kota Cirebon.
Kata “manunggal” bermakna bersatu, “winangun” berarti membangun, sedangkan “Caruban” mencerminkan filosofi Cirebon sebagai daerah yang lahir dari keberagaman budaya, etnis, dan tradisi. Nilai tersebut menjadi pengingat bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama dalam mendorong kemajuan daerah.
Sejalan dengan tema itu, Pemerintah Daerah Kota Cirebon terus memperkuat kolaborasi bersama masyarakat, akademisi, pelaku usaha, tokoh agama, komunitas budaya, hingga generasi muda guna mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Semoga melalui doa yang dipanjatkan dan refleksi atas perjalanan sejarah yang panjang, Hari Jadi Cirebon ke-599 menjadi momentum untuk meneguhkan harapan bahwa masa depan Kota Cirebon akan semakin baik. Kota tercinta yang tetap berakar kuat pada sejarah dan budayanya, namun mampu melangkah maju menghadapi perkembangan zaman dengan semangat persatuan dan kebersamaan,” tutur Effendi. (Haris)













