Citrust.id – Kesehatan mental seorang ibu menjadi fondasi utama dalam menciptakan harmoni keluarga sekaligus menentukan kualitas tumbuh kembang anak pada usia dini. Menyadari krusialnya peran tersebut, lima mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) Kuningan menggelar aksi nyata melalui program pengabdian masyarakat bertajuk “Bahagia Ibu” (Bangun Harmoni dan Gizi Anak melalui Ibu Sehat).
Kegiatan yang dipusatkan di Desa Sukasari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Rabu (13/5/2026) ini menghadirkan lima inovasi sekaligus untuk memperkuat ketahanan psikologis dan fisik para ibu.

​Kelima inovasi tersebut dipaparkan secara lugas oleh para praktisi kesehatan yang tengah menempuh studi pascasarjana, yakni dr. Dian Kumala Sari Lubis melalui edukasi “Sadari Ibu”, drg. Fauzie Syaiful Imam dengan inovasi “Kenali Ibu” untuk deteksi dini stres dan depresi, serta dr. Gilang Sri Ridhanillah yang memperkenalkan “Tenang Ibu” sebagai teknik olah napas dalam mengelola emosi.
Selain itu, Tessha Nuary, S.Tr.Kes., membawa program “Kuat Ibu” dan Apt. Vitananda Tiara Maharani, S.Farm., melengkapinya dengan inovasi “Sehati Ibu”.
​Apt. Vitananda Tiara Maharani menekankan bahwa ibu yang bahagia adalah kunci dari keluarga yang sehat.
“Untuk menjaga kesehatan mental, Ibu-ibu harus memiliki waktu luang atau me time guna menjalankan hobi. Jika mental ibu terjaga, anak dan keluarga akan merasa lebih nyaman. Jika ada masalah, jangan dipendam sendiri; ceritakan kepada suami, keluarga, atau orang yang tepercaya,” ujar Vitananda di hadapan para peserta yang hadir dengan antusias.
​Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat, drg. Fauzie Syaiful Imam, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai wadah bagi para ibu untuk memahami betapa besarnya pengaruh kesehatan mental orang tua terhadap masa depan anak.
“Kami memberikan edukasi mengenai cara mencegah stres, salah satunya dengan melakukan penyegaran atau refreshing melalui kegiatan yang menyenangkan dan sehat. Banyak bersyukur juga menjadi salah satu langkah antisipasi stres yang efektif,” ungkap Fauzie.
​Kepala Program Studi Magister UBHI Kuningan, Dr. Mamlukah, S.KM., M.Kes., memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Sukasari yang telah memfasilitasi kegiatan akademik ini.

Ia menjelaskan, UBHI, yang sebelumnya dikenal sebagai Stikes Kuningan, mewajibkan mahasiswa pascasarjana untuk terjun langsung ke masyarakat sebagai syarat kelulusan.
“Harapannya, lima inovasi ini tidak hanya diaplikasikan di Desa Sukasari, tetapi juga dapat diadaptasi oleh desa-desa lain di wilayah kerja Puskesmas Cikijing,” tutur Mamlukah.
​Dukungan penuh juga datang dari sektor pelayanan kesehatan setempat. Kepala Puskesmas Cikijing, dr. Hj. Iis Kusmawati, menilai program “Bahagia Ibu” sangat sinergis dengan visi Puskesmas dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara holistik.
Menurutnya, kolaborasi dengan UBHI telah mencakup bidang kesehatan dan akademik yang berkelanjutan. Ia berharap program ini terus diadopsi secara luas di seluruh Kecamatan Cikijing guna memastikan kesejahteraan ibu dan anak tetap terjaga.
​Kepala Desa Sukasari, H. Dede Kusno Adi, S.E., M.M., menyambut hangat inisiatif ini karena dianggap selaras dengan program prioritas pemerintah desa, terutama dalam upaya penanggulangan stunting.

“Kegiatan ini sejalan dengan program penanggulangan stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat. Saya mewakili warga Desa Sukasari sangat mendukung dan berharap kegiatan ini sukses serta memberikan dampak jangka panjang,” tegas Dede.
​Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya sesi ice breaking, yel-yel positif, demonstrasi afirmasi, hingga pembagian doorprize dan kuis. Antusiasme warga memuncak saat sesi ditutup dengan permainan edukatif (fun games) serta senam bersama, menciptakan suasana hangat yang sesuai dengan esensi program “Bahagia Ibu”. (Abduh)













