Cegah Pencurian dan Pelecehan, CCTV Analitik Dipasang di Sejumlah Stasiun

  • Bagikan
Cegah Pencurian dan Pelecehan, CCTV Analitik Dipasang di Sejumlah Stasiun
Cegah pencurian dan pelecehan, CCTV analitik dipasang di sejumlah stasiun. (ist)

Citrust.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus memperkuat keamanan dan kenyamanan pelanggan kereta api dengan menambah pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) analitik di sejumlah stasiun wilayah operasionalnya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada penumpang.

Penambahan CCTV analitik tersebut dilakukan di sejumlah stasiun, di antaranya Stasiun Cirebon, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Pegadenbaru, Stasiun Haurgeulis, Stasiun Jatibarang, dan Stasiun Brebes.

Berbeda dengan CCTV konvensional yang hanya merekam kejadian, CCTV analitik memiliki kemampuan mendeteksi, mengklasifikasikan, serta melacak objek maupun aktivitas secara real-time. Sistem tersebut juga mampu memberikan notifikasi proaktif terhadap kejadian tertentu sehingga dinilai lebih efektif dalam meningkatkan keamanan dan efisiensi operasional.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan pemasangan CCTV analitik merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan perlindungan maksimal kepada pelanggan selama berada di area stasiun.

“Dengan adanya penambahan CCTV analitik ini, kami ingin memastikan pelanggan merasa aman dan nyaman karena sistem ini membantu mendeteksi dengan cepat potensi gangguan, seperti pencurian, pelecehan seksual, sampai aktivitas mencurigakan. Sehingga petugas dapat segera merespons dan melakukan penanganan secara cepat serta meminimalisasi potensi gangguan keamanan yang ingin dihindari,” ujar Muhibbuddin.

Hingga saat ini, KAI Daop 3 Cirebon telah menambah 14 unit CCTV analitik di lima stasiun wilayah operasionalnya. Kamera pengawas tersebut dipasang di berbagai titik strategis, terutama pada akses pintu masuk dan pintu keluar stasiun yang dinilai rawan terjadi gangguan keamanan.

Selain meningkatkan pengawasan keamanan, keberadaan CCTV analitik juga membantu petugas memantau kondisi saat terjadi kepadatan penumpang. Dengan pemantauan yang lebih optimal, petugas dapat segera memberikan imbauan untuk menjaga ketertiban dan mencegah potensi gangguan di area stasiun.

BACA JUGA:  Kirim Barang via Rail Expres Kini Bisa Sampai ke Rumah

Muhibbuddin menjelaskan, teknologi CCTV analitik mempermudah petugas dalam melakukan pemantauan secara menyeluruh dan respons cepat terhadap situasi di lapangan.

“Pengawasan dapat dilakukan secara lebih optimal karena petugas dapat memantau kondisi secara real-time dan merespons lebih cepat jika terjadi gangguan keamanan. Selain itu, rekaman CCTV juga dapat digunakan sebagai bukti untuk mendukung proses penanganan dan pelaporan ke pihak berwajib,” jelasnya.

Ia berharap langkah tersebut dapat semakin meningkatkan keamanan pelanggan maupun aset perusahaan dari berbagai potensi gangguan yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab.

“Melalui langkah ini, harapannya keamanan para pelanggan dan aset perusahaan semakin terjaga, sekaligus dapat mengantisipasi potensi gangguan dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” tutup Muhibbuddin. (Haris)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *