Grebeg Syawal Ramai Pengunjung, Ini Makna dan Daya Tariknya

  • Bagikan
Grebeg Syawal Ramai Pengunjung, Ini Makna dan Daya Tariknya
Grebeg Syawal ramai pengunjung. (Ist.)

Citrust.id – Ratusan peziarah memadati kawasan makam Sunan Gunung Jati dan makam kramat Syekh Maulana Dzatul Kahfi di Kabupaten Cirebon, Sabtu (28/3/2026), dalam tradisi Grebeg Syawal yang digelar pasca-Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Antusiasme warga yang datang sejak pagi menciptakan suasana religius sekaligus kental dengan nuansa budaya lokal.

Sejak matahari terbit, masyarakat dari berbagai daerah tampak berbondong-bondong memasuki area makam untuk mengikuti rangkaian tradisi yang telah berlangsung turun-temurun tersebut.

Grebeg Syawal menjadi momentum tahunan yang dinanti sebagai bentuk ungkapan syukur usai menjalankan ibadah puasa Ramadan sekaligus ajang mempererat hubungan sosial.

Dalam prosesi tersebut, warga turut membawa dan mengarak hasil bumi sebagai simbol keberkahan. Doa bersama pun dipanjatkan di sekitar area makam, menciptakan suasana khidmat yang menyatukan nilai spiritual dan tradisi leluhur.

Salah seorang peziarah asal Indramayu, Ahmad (45), mengaku rutin menghadiri tradisi ini bersama keluarganya.

“Setiap tahun saya selalu datang. Selain mencari berkah, ini juga jadi ajang kumpul keluarga,” ujarnya.

Pengurus makam kramat Syekh Maulana Dzatul Kahfi, Lalan, mengatakan jumlah pengunjung tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menilai cuaca yang cerah serta momentum libur Lebaran menjadi faktor utama meningkatnya kunjungan.

Di sisi lain, aparat dari kepolisian turut melakukan pengamanan di sejumlah titik untuk memastikan kelancaran kegiatan. Arus lalu lintas di sekitar kawasan sempat mengalami kepadatan, namun berhasil diurai berkat pengaturan petugas di lapangan.

Tradisi Grebeg Syawal di kawasan Gunung Jati tidak hanya menjadi daya tarik wisata religi, tetapi juga simbol kuat kebersamaan serta kearifan lokal masyarakat Cirebon yang tetap terjaga di tengah arus modernisasi. (Haris)

BACA JUGA:  Polemik Pembongkaran Jembatan Kuno, Legislatif Soroti Aspek Hukum dan Identitas Kota
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *