Bagong Mogok Hidupkan Kembali Budaya Sabilulungan di Majalengka

  • Bagikan
Bagong Mogok Hidupkan Kembali Budaya Sabilulungan di Majalengka
Bagong Mogok hidupkan kembali budaya Sabilulungan di Majalengka. (Ist.)

Citrust.id – Komunitas sosial Bagong Mogok terus menghidupkan kembali nilai luhur budaya Sunda, Sabilulungan, yang dinilai mulai memudar di tengah derasnya arus kehidupan modern yang kian individualistis.

Filosofi kebersamaan, gotong royong, serta seiya sekata yang berakar pada prinsip silih asah, silih asih, silih asuh, dan silih wawangi itu kembali ditegaskan sebagai fondasi gerakan sosial komunitas tersebut.

Komitmen itu mengemuka dalam pelantikan dan pengukuhan Korps Daerah Bagong Mogok Majalengka yang dirangkaikan dengan peringatan hari jadi pertama, di Aula Kantor Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan suguhan atraksi seni sisingaan yang menyedot perhatian warga.

Ketua Umum Bagong Mogok Korda Majalengka, Lifda Sugilar, menegaskan bahwa setiap anggota Bagong Mogok dituntut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut dia, semangat kebaikan tidak boleh berhenti pada wacana, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan konkret, terutama bagi warga yang tengah mengalami kesulitan.

“Anggota Bagong Mogok harus satekah polah ngabela nu susah, berusaha sekuat tenaga membela yang membutuhkan. Kita harus lebih baik dari hari kemarin,” ujar Lifda dalam sambutannya.

Perwira menengah Polres Majalengka itu menambahkan, keberadaan Bagong Mogok harus selalu menyatu dengan masyarakat serta bersinergi dengan pemerintah desa hingga kecamatan. Kolaborasi dinilai penting agar setiap kegiatan sosial tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kita tidak boleh berjalan sendiri. Bagong Mogok harus bersama masyarakat dan pemerintah. Jika ada warga atau anggota yang membutuhkan bantuan, jangan diabaikan,” katanya menegaskan.

Founder Bagong Mogok, Brigjen Pol (Purn) H. Asep Guntur Rahayu, SIK, MH, menyampaikan pandangan senada.

Ia menegaskan Bagong Mogok sejak awal didirikan sebagai komunitas sosial murni yang tidak berorientasi pada keuntungan finansial, melainkan digerakkan oleh kepedulian dan tanggung jawab sosial.

BACA JUGA:  Seorang Pengamen Tewas Jatuh dari Tebing

Menurut Asep, yang juga menjabat Direktur Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), budaya Sabilulungan pada masa lalu tumbuh kuat melalui kebiasaan saling membantu dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, seiring perubahan zaman dan menguatnya pola hidup individualistis, nilai-nilai tersebut perlahan terkikis.

“Manusia itu makhluk sosial. Tidak bisa hidup sendiri tanpa keterlibatan orang lain. Bagong Mogok hadir untuk menghidupkan kembali semangat rereongan, kebersamaan dalam membantu sesama,” kata Asep.

Ia menambahkan, keterbatasan anggaran negara melalui APBN maupun APBD membuat pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sosial. Oleh karena itu, partisipasi aktif dan kepedulian masyarakat menjadi faktor kunci.

“Kalau sendirian itu berat, tapi kalau bersama-sama akan ringan. Kita punya tanggung jawab sosial dan tanggung jawab agama. Silih asih, silih asuh, silih mikanyaah, itulah misi Bagong Mogok,” ujarnya.

Asep juga menekankan pentingnya konsistensi dalam berbuat kebaikan. Menurut dia, semangat untuk membantu sesama tidak boleh kalah dari pihak-pihak yang melakukan kejahatan dengan perencanaan matang.

“Masa orang yang berbuat jahat bisa begitu serius merencanakan, sementara kita yang berbuat baik ragu dan setengah-setengah. Itu ironis,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramadhan, mengapresiasi kiprah Komunitas Bagong Mogok yang dinilainya telah banyak membantu berbagai program sosial di daerah.

Menurut Dena, kontribusi tersebut menunjukkan bahwa budaya Sabilulungan masih terawat dan hidup di tengah masyarakat.

Ia mengaku menyaksikan langsung peran Bagong Mogok, mulai dari pembangunan masjid, rehabilitasi madrasah, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga beragam kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

“Kehadiran Bagong Mogok sangat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan Majalengka. Kolaborasi dan kerja sama seperti ini sangat penting,” ujar Dena.

BACA JUGA:  Antisipasi Kerawanan Jelang Lebaran, Polres Majalengka Patroli di Pusat Keramaian

Dena berharap Bagong Mogok terus tumbuh menjadi mitra strategis pemerintah serta tetap konsisten berada di tengah masyarakat.

“Saya mendoakan Bagong Mogok semakin sukses dan terus bersama rakyat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dena juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah selama satu tahun terakhir, di antaranya penurunan angka pengangguran dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Majalengka. (Abduh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *