oleh

Keroyok Remaja, Tiga Anggota Geng Motor Diringkus Polisi

Citrust.id – Tiga dari empat anggota geng motor ditangkap polisi karena terlibat pengeroyokan hingga menyebabkan seorang remaja bersimbah darah.

Ketiga pelaku geng motor tersebut diciduk di tiga lokasi yang berbeda oleh timsus Polsek Majalengka Kota dan Satreskrim Polres Majalengka.

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono didampingi Kasat Reskrim, AKP M Wafdan Muttaqin, menyebutkan, aksi pengeroyokan tersebut salah sasaran. Mereka menduga korban merupakan salah satu musuh bubuyutannya sesama geng motor lainnya.

“Ketiga pelaku yang kami amankan ini memiliki peran berbeda,” kata Kapolres AKBP Mariyono.

Selain itu, aparat juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu buah samurai panjang dan satu unit sepeda motor serta beberapa barang bukti lainnya.

Sementara ketiga pelaku yang sudah dibekuk tersebut, masing-masing diketahui berinisial AR (18) warga Desa Cipicung, Kecamatan Maja, DS (19) warga Desa Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi dan MJ (23) penduduk Desa Ranji Wetan, Kecamatan Kasokandel, Majalengka.

Polisi masih memburu satu rekan pelaku lainnya yang sudah diketahui identitasnya. Saat ini, satu palaku tersebut, sudah kami tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sebelumnya, seorang remaja atas nama Dadan Mulyana (17) warga Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, mengalami sejumlah luka dibagian tubuhnya dengan tiga luka tikaman.

“Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka robek 11 jahitan dibagian kepala belakang sebelah kanan dan kepala kiri depan lima jahitan serta dibagian kanan mengalami luka robek. Mereka sudah menjalani perawatan intensif di RSUD Majalengka.

Kapolres menambahakan, bahwa kejadian tersebut, terjadi di Jalan Raya KH. Abdul Halim, tepatnya di depan Toserba Griya, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan dan Kabupaten Majalengka, pada Selasa (20/8/2019) dini hari, sekira pukul 01.30 WIB.

BACA JUGA:   Open Bidding Sudah 3 Besar, Siapa yang Bakal Dipilih Walikota?

“Akibat perbuatannya, ketiga palaku tersebut, akan kami jerat pasal 170 KUHPidana, dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara,” tegasnya. (Abduh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed