Citrust.id – Puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Majalengka digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka di Gedung Yudha Karya Bakti Abdi Negara, Sabtu, 5 Desember 2026. Momentum tersebut diisi dengan pemberian penghargaan, penyematan tanda peserta Jambore Nasional, serta penyerahan piala berbagai perlombaan.
Salah satu penghargaan yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah Lencana Karya Bakti yang diterima Ketua Kwarcab sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, MM.
Penghargaan itu diberikan atas prestasi dan kinerja dalam program rumah tidak layak huni (Rutilahu). Sekretaris Kwarcab Pramuka Kabupaten Majalengka Adam Suhara menjelaskan, program tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut amanat Kwartir Nasional (Kwarnas).
“Penghargaan Lencana Karya Bakti ini atas prestasi dan kinerja program rumah tidak layak huni (Rutilahu) dimana amanat dari Kwarnas agar setiap Kwarcab membangun satu rumah rutilahu dan dijawab oleh Kak Eman Suherman dengan membangun 22 rutilahu kolaborasi dengan Baznas, ” kata Sekretaris Kwarcab Pramuka Kabupaten Majalengka Kak Adam Suhara.
Dalam sambutannya, Eman menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini ikut mengawal program kerja Gerakan Pramuka di Kabupaten Majalengka. Ia berharap usia Pramuka yang telah mencapai 65 tahun menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
“Ketika umur Pramuka 65 tahun harus terus hadir, harus terus semangat untuk menghadirkan manusia yang mulia yang penuh pengabdian. Kepada semua stakeholders jadikan momentum 65 tahun Pramuka ini untuk muhasabah bagaimana semangat ini untuk membangun di semua program Pemerintah Kabupaten Majalengka, “kata Kak Eman.
Menurut Eman, semangat tersebut sejalan dengan visi agar kondisi kehidupan masyarakat terus mengalami perbaikan. Ia mengaitkannya dengan hadis Rasulullah mengenai manusia yang beruntung ketika hari ini lebih baik daripada hari sebelumnya.
“Tagline Majalengka Langkung Sae tujuannya agar semua aspek kehidupan rakyat agar terus lebih baik ke depan nya, ” tandasnya.
Eman juga mengingatkan jajaran pengurus Kwarcab agar peringatan Hari Pramuka tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurut dia, keberadaan Pramuka harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan program yang dijalankan dapat berjalan seiring dengan agenda pemerintah daerah.
“Kepada para pengurus Kwarcab Kakak-kakak ini memandang Pramuka ini seperti makanan sehari-hari, untuk itu sangat berharap peringatan 65 tahun ini tidak hanya seremonial tapi bagaimana kehadiran Pramuka bermanfaat bagi rakyat, Tidak hanya membentuk karakter amat bangsa tapi bagaimana Program Pramuka sejalan dengan program pemerintah yang tujuan utama nya mensejahterakan rakyat., “pesannya.
Dukungan terhadap kegiatan Pramuka di tingkat ranting juga menjadi perhatian. Eman meminta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat memberikan dukungan karena kolaborasi dengan Pramuka dinilai dapat membantu pelaksanaan tugas kemasyarakatan.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dan soliditas agar Gerakan Pramuka dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membentuk generasi muda yang bermanfaat.
“Jangan anggap remeh Pramuka, untuk itu saya titip bangun terus kebersamaan dan soliditas, agar rakyat bisa sejahtera dan kita bisa menghadirkan generasi muda yang handal, bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama, ” pungkasnya.
Selain penghargaan kepada Eman, puncak Hari Pramuka ke-65 juga diisi penganugerahan tanda penghargaan Gerakan Pramuka kepada sejumlah penerima.
Lencana Melati diberikan kepada Ading, S.Pd., Endi Rohaendi, S.Pd., M.Pd., Eer Suhersih, S.Pd., dan Edi Krisnadi, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, Jabatullah, S.Pd. menerima Lencana Darma Bakti.
Penghargaan Lencana Pancawarsa diberikan kepada sejumlah penerima, yakni Hj. Nani Yuliany, S.Pd., M.Pd. (Pancawarsa 5); Drs. Agus Permana, MP. dan Ikin Asikin, S.IP., M.IP.Kp (Pancawarsa 4); serta Dr. Dede Sofyan Hadi, M.Ag. (Pancawarsa 3).
Selanjutnya, Dr. Drs. H. Nasrudin, M.M.Pd., Evi Fachlaeli, S.KM., M.Epid., dan Yuliawati Kusdiansah, SE. memperoleh Lencana Pancawarsa 2.
Lencana Pancawarsa 1 diberikan kepada Uju Gustawan, SE., Tika Apriliyantini R. S.Gz., M.KM., Dr. H. Toto Warsito, S.Ag., M.Ag., Indra Budhiman, S.AP., Rizky Ginanjar Satyagraha, S.STP., M.Si., serta Supartyningsih, S.IP., M.A.P. Adapun Tiara Dwi Silviana menerima Lencana Teladan.
Dalam kesempatan yang sama, tanda ikut serta kegiatan Jambore Nasional disematkan kepada Nizam Fayyadh Nurfalah, Fatih Nur Fatahillah, Agniezka Puspitasari, dan Nisa Auliya Agusni.
Kegiatan juga menjadi ajang pemberian penghargaan bagi pemenang lomba penguatan kehumasan. Pada kategori lomba menulis berita, Kwartir Ranting Maja meraih juara pertama, disusul Kwartir Ranting Palasah sebagai juara kedua dan Kwartir Ranting Majalengka di posisi ketiga.
Sementara itu, lomba reportase dimenangi Kwartir Ranting Banjaran. Kwartir Ranting Palasah berada di peringkat kedua, sedangkan Kwartir Ranting Cingambul menempati posisi ketiga.
Rangkaian puncak Hari Pramuka ke-65 di Majalengka tersebut sekaligus menegaskan pesan agar Gerakan Pramuka tidak sekadar hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi terus mengambil peran dalam program kemasyarakatan dan pembangunan daerah. (Abduh)







