Citrust.id – Sebanyak 200 unit becak listrik gratis diserahkan kepada pengemudi becak di Kota Cirebon dan sekitarnya, Jumat (3/9/2026). Bantuan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto itu disalurkan Wali Kota Cirebon Effendi Edo bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) di Alun-Alun Kejaksan, Kota Cirebon.
Penerima bantuan diprioritaskan bagi pengemudi becak lanjut usia, khususnya mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Kehadiran becak listrik diharapkan dapat mengurangi beban fisik saat bekerja sekaligus membantu meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto kepada para pengemudi becak. Menurut dia, bantuan tersebut tidak sekadar menggantikan becak konvensional dengan kendaraan bertenaga listrik, tetapi juga menjadi bagian dari modernisasi transportasi lokal yang tetap mempertahankan keberadaan becak dalam kehidupan masyarakat Cirebon.
“Bantuan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Becak listrik ini merupakan aset produktif yang diharapkan dapat membantu bapak-bapak pengemudi becak bekerja lebih ringan dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan keluarga,” ujar Wali Kota.
Pemkot Cirebon juga menyiapkan dukungan agar becak listrik dapat digunakan secara berkelanjutan. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah ketersediaan fasilitas pengisian baterai.
“Kami akan berupaya membangun ekosistem pendukungnya. Jangan sampai bantuan sudah diterima, tetapi kemudian para pengemudi kesulitan ketika membutuhkan fasilitas untuk mengisi baterai. Ini yang perlu kita pikirkan bersama,” katanya.
Effendi mengatakan, Pemkot Cirebon akan berkomunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk PLN dan sektor swasta, untuk mendukung kebutuhan tersebut. Dengan demikian, persoalan pengisian daya diharapkan tidak menjadi kendala bagi penerima dalam menggunakan bantuan.
Para pengemudi juga diminta menjaga becak listrik yang telah diterima. Kendaraan tersebut tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan, dipindahtangankan, disewakan, atau digadaikan.
Penerima pun diingatkan agar tidak melakukan modifikasi di luar petunjuk teknis. Perubahan yang tidak sesuai ketentuan dapat menyebabkan kerusakan sekaligus berpotensi menggugurkan garansi.
“Bapak-bapak harus merawat becak ini dengan penuh tanggung jawab. Jangan dimodifikasi sembarangan, jangan melepas identitas atau membongkar bagian-bagian yang memang tidak boleh dibongkar. Kalau dirawat dengan baik, mudah-mudahan becak ini bisa digunakan dalam jangka panjang untuk membantu perekonomian keluarga,” tuturnya.
Direktur Operasi Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional Brigjen TNI (Purn) Sudarwo Aris Nurcahyo menjelaskan, bantuan tersebut berangkat dari perhatian Prabowo terhadap pengemudi becak lanjut usia yang masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Menurut Sudarwo, gagasan becak listrik muncul setelah Prabowo melihat para lansia masih harus mengandalkan tenaga fisik untuk menarik becak. Ketika menjabat Menteri Pertahanan, Prabowo kemudian meminta PT Len Industri (Persero) dan PT Pindad merancang serta mengembangkan becak yang menggunakan tenaga baterai.
“Dari keresahan itulah kemudian muncul gagasan membuat becak listrik. Harapannya, bapak-bapak yang sudah lanjut usia tetapi masih harus bekerja mencari nafkah bisa lebih ringan dalam menjalankan pekerjaannya,” kata Sudarwo.
Hingga saat ini, lebih dari 7.000 unit becak listrik telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Di Kota Cirebon, sebanyak 200 unit diberikan kepada pengemudi becak berusia 60 tahun ke atas.
“Pada hari ini kami mewakili Bapak Prabowo Subianto untuk menyerahkan langsung bantuan becak listrik gratis kepada bapak-bapak pejuang keluarga, para pengemudi becak yang berusia 60 tahun ke atas di wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya. Hari ini ada 200 unit yang kami serahkan,” ujarnya.
Sudarwo berharap bantuan itu memberi manfaat langsung bagi penerima, baik dari sisi beban tenaga maupun pendapatan. Ia juga memandang program tersebut sebagai salah satu bentuk intervensi untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Semoga bantuan ini bermanfaat, bukan hanya meringankan tenaga bapak-bapak pengemudi becak, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan harian dan membantu keluarga,” katanya.
Meski demikian, Sudarwo menilai bantuan kendaraan saja tidak cukup. Pemberdayaan ekonomi yang dilakukan secara struktural, menyeluruh, dan berkelanjutan tetap diperlukan agar masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup secara mandiri.
“Bantuan becak listrik mungkin hanya salah satu bentuk intervensi. Yang paling penting adalah bagaimana pemberdayaan ekonomi dilakukan secara struktural, menyeluruh, dan berkelanjutan. Dampaknya diharapkan bisa menciptakan lebih banyak kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Untuk memastikan kendaraan tetap dapat digunakan, YGSN telah bekerja sama dengan produsen Viar. Pengemudi yang mengalami kerusakan dapat membawa becak listrik ke bengkel Viar terdekat di Kota Cirebon untuk memperoleh layanan perbaikan sesuai ketentuan program.
Setiap penerima juga telah memperoleh panduan mengenai penggunaan, pemeliharaan, hingga tata cara pengisian baterai. Sudarwo mengingatkan agar bantuan tersebut digunakan dan dirawat dengan baik.
“Kami menaruh hormat kepada bapak-bapak yang meskipun sudah lanjut usia masih terus berjuang untuk keluarga. Kami memahami tentu tidak mudah. Karena itu, mudah-mudahan bantuan ini setidaknya dapat meringankan tenaga bapak-bapak dalam bekerja,” ujar Sudarwo.
Ia turut meminta dukungan Pemkot Cirebon untuk menyediakan titik pengisian baterai yang mudah dijangkau para pengemudi. Fasilitas tersebut, kata dia, tidak harus berupa sarana besar.
“Kami mohon dukungan Pemkot Cirebon agar di lokasi tertentu dapat disediakan tempat pengisian baterai. Tidak perlu fasilitas yang besar, cukup beberapa titik stop kontak yang bisa digunakan para pengemudi untuk mengisi baterai secara gratis,” pungkasnya. (Haris)







