Pemkot Cirebon Percepat Pengendalian Banjir Lewat Pembangunan Senderan Sungai

  • Bagikan
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 85?

Citrust.id– Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat penanganan banjir melalui pembangunan infrastruktur pengendali genangan di kawasan rawan. Salah satu langkah yang dilakukan ialah pembangunan senderan Sungai Suba di RW 09 Kelurahan Drajat yang ditinjau langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, pada Rabu (8/7/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus melihat kondisi lapangan. Keberadaan senderan sungai diharapkan mampu mengurangi potensi luapan air yang selama ini kerap menggenangi permukiman warga saat curah hujan tinggi.

Effendi Edo menjelaskan, pembangunan senderan merupakan pekerjaan yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Infrastruktur itu dibangun dengan panjang sekitar 90 meter dan tinggi antara 1,8 hingga 2 meter sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut.

“Senderan yang dibangun BBWS ini memiliki panjang kurang lebih 90 meter dengan tinggi sekitar 1,8 hingga 2 meter. Kami berharap keberadaan infrastruktur ini dapat mengurangi risiko luapan sungai yang selama ini menjadi penyebab banjir di permukiman warga. Ini merupakan langkah nyata yang diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujar Wali Kota.

Ia menambahkan, upaya pengendalian banjir tidak hanya dilakukan di RW 09. Di RT 01 RW 01 Kelurahan Drajat, pembangunan senderan telah rampung dan dilengkapi pintu air serta perbaikan saluran drainase guna meningkatkan kelancaran aliran air.

“Di wilayah RW 01, pembangunan senderan sudah selesai. Selain itu juga telah dilengkapi pintu air dan pembenahan saluran drainase. Dengan sistem yang semakin baik, kami berharap kemampuan kawasan ini dalam mengendalikan genangan juga semakin optimal,” tambahnya.

Selain membangun infrastruktur, Wali Kota mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Menurutnya, keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga memerlukan kepedulian bersama agar infrastruktur dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.

BACA JUGA:  Kosgoro 1957 Kota Cirebon Gelar Khitanan Massal

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas ini. Jika dirawat dengan baik, manfaatnya akan dirasakan lebih lama dan upaya pengendalian banjir bisa berjalan lebih efektif,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Drajat, Daniar, mengatakan wilayahnya menjadi salah satu kawasan yang cukup sering terdampak banjir sejak 2024. Saat banjir besar terjadi, ketinggian air bahkan dapat mencapai sekitar dua meter hingga merendam permukiman warga.

Ia menuturkan, pada Februari 2026 wilayah tersebut kembali mengalami banjir sebanyak dua kali dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Kondisi itu mendorong masyarakat terus mengusulkan pembangunan senderan dan normalisasi sungai sebagai solusi penanganan banjir yang lebih berkelanjutan.

“Harapan terbesar masyarakat memang pembangunan senderan dan normalisasi sungai. Selama ini banjir yang terjadi cukup besar sehingga kedua langkah tersebut dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi dampak yang dirasakan warga,” ungkap Daniar.

Menurutnya, sedikitnya 160 kepala keluarga terdampak banjir di kawasan tersebut. Karena itu, pihak kelurahan akan kembali mengusulkan pembangunan senderan di RT 02 Kelurahan Drajat yang juga masih berpotensi terdampak luapan air sehingga penanganan banjir dapat dilakukan secara bertahap dan menyeluruh.

“Kami akan terus mengusulkan pembangunan senderan di RT 02 karena kawasan itu juga masih rawan terdampak banjir. Apalagi luapan air yang terjadi tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga merupakan kiriman dari daerah hulu. Oleh sebab itu, penanganannya perlu dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan,” pungkasnya. (Haris)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *