Intervensi Negara Dinilai Penting Atasi Stunting dan Kualitas Pembangunan Manusia

  • Bagikan

Citrust.id – Kualitas pembangunan manusia di Indonesia masih menghadapi tantangan serius seiring tingginya angka kekurangan gizi dan stunting. Kondisi tersebut mendorong perlunya intervensi langsung dari negara agar generasi muda dapat tumbuh sehat secara fisik dan mental serta siap menghadapi masa depan.

Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam kegiatan sosialisasi program peningkatan asupan makanan sehat yang digelar di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (15/11/2025).

Kegiatan yang melibatkan DPR RI dan pemangku kepentingan terkait itu diikuti ratusan warga dari berbagai wilayah.

Anggota Komisi IX DPR RI Gamal menegaskan bahwa rendahnya indeks pembangunan manusia tidak bisa dilepaskan dari persoalan gizi, khususnya pada anak-anak dan remaja. Ia menyebut stunting masih menjadi persoalan yang berdampak panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.

“Sayangnya, indeks pembangunan manusia kita masih rendah dan tingkat stunting masih cukup tinggi. Stunting menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik, kemampuan belajar, hingga produktivitas saat dewasa. Karena itu intervensi negara sangat diperlukan,” ujar Gamal.

Menurut Gamal, program pemenuhan kebutuhan makan anak sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam menyongsong bonus demografi. Ia menekankan bahwa persoalan gizi tidak hanya dialami keluarga kurang mampu, tetapi juga terjadi pada keluarga dengan kondisi ekonomi baik akibat pola asuh dan pemahaman gizi yang keliru.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut telah dijalankan melalui proyek percontohan selama sekitar sepuluh bulan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Pendekatan ini dinilai tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar lokasi pelaksanaan.

Koordinator Kecamatan Bululawang, Nurul Faiziah, mengatakan keterlibatan warga lokal dalam penyediaan bahan dan pengelolaan dapur memberikan dampak ekonomi yang nyata. Selain itu, anak-anak menunjukkan perubahan perilaku positif di sekolah.

BACA JUGA:  Program MBG Dorong Kesejahteraan Masyarakat di Cianjur

“Program ini bukan hanya meningkatkan gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Bahan baku diperoleh dari sekitar dapur, dengan didorong oleh tenaga kerja dari warga setempat. Banyak anak menjadi lebih semangat sekolah karena kini dapat mengonsumsi makanan sehat yang tidak selalu ada di rumah,” kata Nurul.

Dukungan juga datang dari legislatif daerah. Anggota DPRD Kota Malang Asmualik menilai kecukupan asupan makanan sehat berkaitan langsung dengan konsentrasi belajar dan prestasi akademik siswa. Oleh karena itu, pengawasan dan evaluasi berkala perlu dilakukan agar pelaksanaan program sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.

“Makanan sehat mampu mencegah penyakit, meningkatkan konsentrasi, dan mendorong kualitas belajar. Program ini harus terus didukung, dipantau, dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal agar benar-benar efektif,” ujar Asmualik.

Melalui sinergi berbagai pihak, pemerintah dan pemangku kepentingan berharap upaya penurunan angka stunting dapat berjalan lebih optimal. Langkah ini diyakini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi unggul dengan kualitas sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *