Citrust.id – Tradisi Guar Bumi kembali dilaksanakan masyarakat Desa Weragati, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jumat (2/10/2026). Diisi doa dan sholawat, kegiatan tersebut menjadi ajang tasyakur nikmat sekaligus wadah bagi warga untuk menjaga warisan budaya leluhur.
Pelaksanaan Guar Bumi mendapat apresiasi dari Bupati Majalengka Eman Suherman yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara luas menunjukkan masih kuatnya kebersamaan, gotong royong, serta rasa memiliki terhadap desa.
Eman menilai kegiatan sebesar Guar Bumi tidak akan berjalan tanpa kesadaran bersama dari masyarakat. Tradisi tersebut juga menjadi cerminan kepedulian warga terhadap keberlangsungan budaya yang diwariskan dari generasi sebelumnya.
“Ini adalah bentuk kesadaran kolektif masyarakat Desa Weragati. Tidak mungkin kegiatan yang sebesar ini bisa terlaksana kalau tidak ada kesadaran kolektif, sama rasa memiliki terhadap desa ini, dan sama-sama untuk tasyakur nikmat atas perjalanan hidup,” ujar Bupati Eman.
Bagi Eman, Guar Bumi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pelaksanaan tradisi adat. Kegiatan itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus kesempatan bagi masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas berbagai nikmat yang diterima dalam kehidupan.
Ia berharap semangat tersebut tetap dipertahankan oleh warga Desa Weragati. Rasa syukur, menurutnya, juga dapat menjadi doa bersama agar berbagai aktivitas masyarakat berjalan dengan baik.
“Kuncinya adalah tasyakur. Diharapkan ke depannya yang bercocok tanam bisa memanen hasil dengan baik, yang berbisnis jangan sampai rugi, dan yang menjadi pegawai bisa hidup sejahtera,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan penghormatan terhadap tradisi dan leluhur. Nilai tersebut dinilai perlu dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda agar keberadaan budaya lokal tetap terjaga.
“Nilai-nilai penghormatan kepada tradisi dan leluhur seperti ini harus terus dipertahankan,” tegasnya.
Kuwu Desa Weragati Jayus turut menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya Guar Bumi. Ia mengapresiasi partisipasi warga yang ikut menyukseskan tradisi tersebut.
Menurut Jayus, Guar Bumi merupakan bentuk penghormatan masyarakat terhadap warisan leluhur sekaligus sarana mempererat hubungan antarwarga. Tradisi itu terus dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Desa Weragati.
“Tradisi Guar Bumi ini adalah wujud rasa syukur kami warga Desa Weragati atas nikmat rezeki dan kesehatan. Kami berharap melalui doa bersama ini, seluruh kegiatan masyarakat, khususnya para petani, dapat berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh warga desa,” tutur Kuwu Weragati.
Ia menyebut kebersamaan menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan Guar Bumi. Warga dari berbagai kalangan turut terlibat sehingga tradisi tersebut tetap berlangsung dan dikenal di tengah perubahan zaman.
Jayus berharap generasi muda tidak hanya mengenal tradisi tersebut, tetapi juga memiliki kepedulian untuk mempertahankannya. Dengan begitu, warisan budaya yang telah dijalankan secara turun-temurun dapat terus diteruskan.
Antusiasme warga juga terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta, Tono, mengaku bangga karena Guar Bumi masih dipertahankan dan dapat disaksikan bersama masyarakat hingga sekarang.
“Kami sangat senang dan bangga tradisi turun-temurun ini tetap lestari dan dihadiri langsung oleh Pak Bupati. Acara ini tidak hanya menjadi sarana berdoa bersama agar hasil pertanian melimpah, tetapi juga mempererat kebersamaan dan kegotongroyongan antarwarga desa,” ungkapnya.
Selain menjadi bentuk syukur, Guar Bumi dimanfaatkan masyarakat untuk memanjatkan doa agar berbagai aktivitas warga diberi kelancaran, keselamatan, kesehatan, dan keberkahan.
Bagi masyarakat Desa Weragati, keberlangsungan tradisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas dan nilai kebersamaan. Pelestarian budaya berjalan beriringan dengan kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
Pemerintah Kabupaten Majalengka mendorong agar tradisi lokal seperti Guar Bumi tetap dirawat sebagai bagian dari kekayaan daerah. Nilai kebersamaan dan gotong royong yang terkandung di dalamnya diharapkan terus menjadi kekuatan masyarakat.
Dengan tetap menjaga budaya dan semangat kebersamaan, masyarakat Desa Weragati diharapkan dapat terus bergerak bersama dalam mewujudkan Majalengka Langkung Sae. (Abduh)







