Wisuda ke-77 UGJ Cirebon, 704 Lulusan Siap Bersaing di Era AI

  • Bagikan
Wisuda ke-77 UGJ Cirebon, 704 Lulusan Siap Bersaing di Era AI
Wisuda ke-77 UGJ Cirebon, 704 lulusan siap bersaing di era AI. (ist.)

Citrust.id.- Sebanyak 704 mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon resmi dikukuhkan dalam Wisuda Ke-77 Tahun Akademik 2025-2026 yang berlangsung di Auditorium Kampus I UGJ, Kota Cirebon, Sabtu (23/5/2026).

Momentum tersebut menjadi penanda lahirnya generasi lulusan baru yang dipersiapkan menghadapi tantangan dunia kerja modern di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Prosesi wisuda turut dihadiri Ketua Dewan Pengawas Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati yang juga Kepala Staf Kepresidenan RI, Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., Ketua YPSGJ, Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., jajaran LL Dikti Wilayah IV, pemerintah daerah, DPRD Kota Cirebon, hingga unsur TNI dan Polri.

Rektor UGJ, Prof. Dr. H. Achmad Faqih, M.M., M.Kes., mengatakan keberhasilan para wisudawan menyelesaikan pendidikan menjadi bukti dari proses panjang yang dijalani dengan disiplin, kerja keras, dan konsistensi.

“Hari ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi awal perjalanan baru untuk mengambil peran di tengah masyarakat dan dunia profesional,” kata Faqih.

Rektor UGJ, Prof. Dr. H. Achmad Faqih, M.M., M.Kes.,
Rektor UGJ, Prof. Dr. H. Achmad Faqih, M.M., M.Kes. (ist.)

Ia menjelaskan, wisuda kali ini terdiri atas 430 lulusan program sarjana, 113 lulusan magister, dan 161 lulusan profesi.

Adapun rinciannya meliputi Sekolah Pascasarjana sebanyak 113 lulusan, Fakultas Hukum 26 lulusan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 132 lulusan, Fakultas Pendidikan dan Sains 35 lulusan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 88 lulusan, Fakultas Pertanian 48 lulusan, Fakultas Teknik 81 lulusan, serta Fakultas Kedokteran 181 lulusan.

Menurut Faqih, UGJ terus memperkuat kualitas lulusan melalui pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan transformasi digital. Hal itu tercermin dari tingkat penyerapan alumni di dunia kerja yang mencapai 97,8 persen.

“Lulusan UGJ diharapkan tidak hanya mampu mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang, beradaptasi dengan perubahan, serta menghadirkan inovasi,” ujarnya.

BACA JUGA:  UGJ Cirebon Lepas 1.386 Mahasiswa KKN

Dalam beberapa tahun terakhir, UGJ juga memperluas jejaring internasional melalui berbagai kerja sama pendidikan dan program pengembangan mahasiswa. Sebanyak 50 mahasiswa tercatat mengikuti program magang di Jepang dan 30 mahasiswa lainnya menjalani magang di Taiwan.

Selain program magang internasional, mahasiswa UGJ juga terlibat dalam kegiatan pertukaran pelajar, publikasi ilmiah internasional, program profesor tamu, hingga kuliah kerja nyata di sejumlah negara Asia.

Prestasi lain juga datang dari enam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang terpilih menjadi Google Brand Ambassador pada awal 2026. Capaian itu dinilai menjadi indikator meningkatnya kemampuan mahasiswa UGJ di bidang digital, komunikasi, dan teknologi informasi.

Tak hanya fokus pada akademik, UGJ juga memperkuat kompetensi profesi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sebanyak 853 mahasiswa berhasil meraih sertifikasi Certified Accurate Professional (CAP) dan dinyatakan kompeten dalam sejumlah bidang, mulai dari digital marketing, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), penyusunan perjanjian kerja, hingga manajemen agribisnis.

Faqih menilai penguatan sertifikasi profesi menjadi langkah penting agar lulusan memiliki daya saing lebih tinggi di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sementara itu, Mukarto Siswoyo mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan di masa depan. Ia menilai perkembangan teknologi dan AI telah mengubah pola persaingan di dunia kerja secara drastis.

“Kita hidup di masa ketika perubahan terjadi sangat cepat. Karena itu, kemampuan beradaptasi, belajar hal baru, dan membangun kolaborasi menjadi sangat penting,” kata Mukarto.

Ia pun meminta para lulusan terus meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan soft skills agar mampu bersaing di tingkat global.

“Persaingan saat ini sudah lintas negara. Yang dibutuhkan bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi perubahan,” ujarnya. (Haris)

BACA JUGA:  Puluhan Ribu Peserta Ikuti Jalan Sehat Dies Natalis ke-64 UGJ
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *