Warga Pasindangan Keluhkan Air PDAM Tirta Jati yang Kuning dan Berbau

Warga Pasindangan Keluhkan Air PDAM Tirta Jati yang Kuning dan Berbau
Warga Pasindangan keluhkan Air PDAM Tirta Jati yang kuning dan berbau. (ist)

Citrust.id – Warga Perumahan Griya Indah Jati 2, Desa Pasindangan, Kabupaten Cirebon, mendesak Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Jati segera membenahi kualitas air yang didistribusikan ke rumah pelanggan. Air yang berwarna kuning, berbau amis, terasa asin, serta kerap mati menjadi keluhan warga di tengah kenaikan tarif air.

Ketua Paguyuban Perumahan Griya Indah Jati 2 Pasindangan, Muslimin, menilai PDAM Tirta Jati seharusnya memprioritaskan perbaikan pelayanan sebelum berencana menambah jumlah pelanggan hingga 10 ribu orang. Menurutnya, perluasan layanan tidak semestinya menjadi prioritas ketika persoalan kualitas dan kelancaran distribusi air masih dirasakan pelanggan.

“Kondisi air saat ini saja begini (kotor), ditambah sering terjadi air mati. Kok bisa-bisanya kepikiran untuk nambah pelanggan,” tuturnya.

Muslimin mengatakan, kondisi air yang diterima warga bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran saat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Air tersebut bahkan meninggalkan bekas ketika dipakai untuk mencuci.

“Padahal namanya PDAM, Perusahaan Daerah Air Minum, kok airnya kotor. Jangankan diminum, buat cuci saja meninggalkan bekas,” tambahnya.

Ia juga mengaitkan persoalan tersebut dengan kenaikan tarif air. Menurut Muslimin, biaya yang dibayarkan pelanggan setiap bulan semestinya diikuti peningkatan mutu air dan pelayanan.

“Kalau tarif air naik, seharusnya kualitas dan pelayanan juga meningkat. Jangan sampai pelanggan harus membayar lebih mahal, tetapi kualitas air yang diterima justru masih dikeluhkan. Kami ingin ada perbaikan nyata, bukan hanya penyesuaian tarif,” tegasnya.

Muslimin meminta PDAM Tirta Jati segera memeriksa kondisi air di lingkungan Perumahan Griya Indah Jati 2 untuk mengetahui penyebab perubahan warna, bau amis, dan rasa asin. Hasil pemeriksaan diharapkan menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan yang tepat.

BACA JUGA:  Dinas Kesehatan: Bahaya Kanker Rahim Perlu Perhatian Serius Para Pemangku Kepentingan

“Kami meminta PDAM Tirta Jati memberikan penjelasan kepada warga mengenai penyebab kondisi air ini dan langkah apa yang akan dilakukan untuk mengatasinya. Jangan sampai keluhan pelanggan berlarut-larut tanpa kepastian,” katanya.

Ia turut mendorong evaluasi terhadap proses pengolahan dan pendistribusian air. Menurutnya, warga perlu memperoleh penjelasan terbuka mengenai penyebab masalah beserta langkah penanganan yang akan dilakukan.

Selain meminta PDAM Tirta Jati turun langsung ke lapangan, Muslimin berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait ikut mengawasi kualitas pelayanan air bersih. Pengawasan diperlukan untuk memastikan air yang disalurkan kepada masyarakat memenuhi standar kualitas yang berlaku.

“Kami mengeluhkan kualitas air PDAM Tirta Jati yang sampai ke rumah warga berwarna kuning dan berbau amis. Kondisi ini tentu membuat warga tidak nyaman. Air yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari justru menimbulkan kekhawatiran,” ujar Muslimin.

Warga berharap persoalan kualitas air dan gangguan distribusi segera mendapat penyelesaian. Mereka meminta peningkatan tarif berjalan seiring dengan perbaikan mutu air, kelancaran pasokan, dan kualitas pelayanan kepada pelanggan. (Haris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *