Sekitar 100 Anak di Cirebon Diduga Keracunan MBG

Sekitar 100 Anak di Cirebon Diduga Keracunan MBG
Sekitar 100 anak di Cirebon diduga keracunan MBG. (Haris/Citrust.id)

Citrust.id – Sekitar 100 anak diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon. Pemerintah Kota Cirebon bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak menangani para korban, sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan tersebut dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, penanganan terhadap anak-anak yang terdampak menjadi prioritas pemerintah daerah. Para korban telah mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit, dan sebagian di antaranya dilaporkan mulai membaik.

“Pemerintah Kota Cirebon bersama Forkopimda segera bergerak menangani dugaan keracunan yang dialami siswa di Kalijaga demi memastikan keselamatan anak-anak. Alhamdulillah, para korban sudah ditangani dengan baik oleh dokter. Mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa di antaranya juga sudah membaik. Jumlah korban kurang lebih100 orang,” ujar Effendi Edo.

Kasus dugaan keracunan tersebut melibatkan anak-anak dari sejumlah satuan pendidikan dan layanan masyarakat, yakni SD Kalijaga Permai, SD Taman Kalijaga Permai, TK Teratai, serta satu Posyandu. Jumlah korban sementara diperkirakan mencapai 100 orang.

Para korban mendapatkan perawatan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain Rumah Sakit Siloam Putera Bahagia, RSD Gunung Jati, RS Ciremai, RS Cahaya Bunda, dan RS Sumber Kasih. Penanganan medis dilakukan setelah laporan dugaan keracunan diterima.

Edo mengatakan, sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut telah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Pihaknya masih menunggu hasil pengujian guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon, Yulian Septa Pratama, menyatakan seluruh pasien telah memperoleh penanganan medis. Ia mengapresiasi respons Pemerintah Kota Cirebon, Forkopimda, dan rumah sakit yang bergerak cepat menangani anak-anak terdampak.

BACA JUGA:  Bumdes Harus Bisa Angkat Perekonomian Warga Desa

“Gejala awal yang dialami anak-anak ini adalah mual dan pusing. Saat ini seluruh pasien sudah mendapatkan perawatan. kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkot dan Forkopimda serta pihak rumah sakit sudah gerak cepat menangani. anak-anak yang terdampak. Fokus kami saat ini adalah penanganan terhadap anak-anak yang terdampak,” kata Yulian.

Sebagai tindak lanjut atas dugaan kejadian luar biasa (KLB) tersebut, SPPG di Kalijaga yang terkait dengan penyaluran MBG dihentikan sementara. Penghentian operasional atau suspend itu berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Per malam ini SPPG di Kalijaga tersebut sudah kami suspend sampai batas waktu yang belum ditentukan terkait adanya dugaan KLB,” ujar Yulian.

Menurut Yulian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kejadian karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan. Hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar untuk menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada publik.

” Saat ini kami masih menunggu hasil laboratorium. Apabila sudah ada hasil lab, pastinya akan kami umumkan kembali,” katanya.

Yulian juga menyampaikan bahwa jumlah anak yang terdampak masih bersifat sementara. Data keseluruhan korban akan diperbarui setelah pendataan lebih lanjut dilakukan.

“Korban kurang lebih 100. Cuma untuk totalnya per malam ini akan kami update,” ujarnya.

SPPG di Kalijaga tersebut diketahui melayani sekitar 2.500 penerima manfaat MBG. Terkait biaya pengobatan, Yulian memastikan seluruh biaya perawatan anak-anak yang terdampak akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). (Haris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *