Penataan Stasiun Cirebon Padukan Budaya Lokal dan Teknologi Modern

Penataan Stasiun Cirebon Padukan Budaya Lokal dan Teknologi Modern
Penataan Stasiun Cirebon padukan budaya lokal dan teknologi modern. (ist)

Citrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi 3 Cirebon menata sejumlah area Stasiun Cirebon dengan memadukan unsur budaya lokal dan teknologi modern. Pembenahan yang meliputi plaza depan, selasar, hingga pintu keluar utara ini diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus memperkuat peran stasiun sebagai gerbang wisata Cirebon.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, pengembangan fasilitas stasiun tidak hanya berorientasi pada fungsi transportasi, tetapi juga perlu mencerminkan karakter daerah tempat stasiun itu berada.

“Stasiun merupakan titik pertama yang mempertemukan pelanggan dengan sebuah kota. Karena itu, kami ingin menghadirkan Stasiun Cirebon sebagai ruang yang nyaman, tertata, modern, sekaligus memiliki karakter budaya yang kuat. Pengalaman pelanggan tidak hanya kami perhatikan selama perjalanan di dalam kereta api, tetapi juga sejak mereka tiba dan menginjakkan kaki di stasiun,” ujar Muhibbuddin.

Penataan dilakukan pada beberapa titik yang menjadi bagian dari aktivitas penumpang. Plaza di bagian depan stasiun dibenahi agar lebih teratur dan nyaman, sehingga dapat memberikan kesan penyambutan yang baik bagi orang yang datang maupun meninggalkan kawasan tersebut.

Perbaikan juga menyasar selasar atau lorong yang menjadi jalur pergerakan penumpang. Area ini dirancang dengan tampilan modern dan dukungan pencahayaan untuk menunjang kenyamanan serta kelancaran mobilitas di dalam stasiun.

Adapun pintu keluar utara menjadi salah satu bagian yang menonjolkan perpaduan identitas budaya Cirebon dan pemanfaatan teknologi. Unsur lokal dihadirkan dalam desain visual, sedangkan sistem pencahayaan berbasis sensor diterapkan untuk mendukung kenyamanan ruang sekaligus menghemat penggunaan energi listrik.

Menurut Muhibbuddin, karakter budaya daerah perlu menjadi bagian dari pengembangan fasilitas perkeretaapian, terutama di wilayah yang memiliki kekayaan sejarah dan tradisi. Selain memperkuat tampilan stasiun, unsur lokal juga dapat memperkenalkan identitas Cirebon kepada penumpang dari berbagai daerah.

BACA JUGA:  Ancam Kebebasan Pers, Jurnalis Ciayumajakuning Tolak Pasal Karet dalam RKUHP

“Kami ingin Stasiun Cirebon memiliki ciri khas yang membedakannya dari stasiun lain. Perpaduan budaya Cirebon dan teknologi modern menjadi wujud bagaimana identitas lokal dapat dihadirkan dalam fasilitas transportasi yang terus berkembang. Dengan begitu, stasiun bukan sekadar ruang transit, melainkan juga ruang yang memiliki karakter dan meninggalkan kesan bagi pelanggan,” jelas Muhibbuddin.

Pembenahan tersebut juga berkaitan dengan potensi pariwisata Cirebon. Sebagai salah satu titik kedatangan pengguna kereta api, Stasiun Cirebon memiliki posisi strategis untuk memperkenalkan kota beserta berbagai tujuan wisata di sekitarnya.

Cirebon memiliki beragam daya tarik, mulai dari keraton dan bangunan bersejarah, seni batik, kuliner khas, hingga tradisi yang masih berkembang di tengah masyarakat. Lingkungan stasiun yang lebih tertata dan menampilkan identitas lokal diharapkan dapat mendukung pengalaman wisatawan sejak pertama kali tiba.

“Kami melihat Stasiun Cirebon memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri. Ketika wisatawan tiba, mereka tidak hanya datang ke sebuah tempat untuk melanjutkan perjalanan, tetapi juga mulai mengenal karakter Cirebon melalui suasana stasiunnya. Inilah yang ingin kami bangun, yaitu menjadikan stasiun sebagai gerbang wisata yang memberikan kesan pertama yang positif dan berkesan,” tambah Muhibbuddin.

KAI Daop 3 Cirebon memandang kenyamanan pelanggan, kualitas ruang publik, pemanfaatan teknologi, dan pelestarian identitas budaya sebagai bagian yang saling mendukung dalam pengembangan layanan. Penataan stasiun diharapkan tidak hanya memperbaiki pengalaman perjalanan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Ke depan, kami berharap Stasiun Cirebon semakin dikenal sebagai representasi wajah Cirebon yang menyambut setiap orang dengan kenyamanan, modernitas, dan kekayaan budayanya. Kami ingin pelanggan membawa pulang kesan baik sejak pertama kali tiba, sekaligus semakin tertarik untuk menjelajahi destinasi wisata Cirebon dan sekitarnya. Dengan demikian, kehadiran stasiun dapat memberikan nilai tambah, tidak hanya bagi perjalanan pelanggan, tetapi juga bagi perkembangan pariwisata dan kebanggaan daerah,” tutup Muhibbuddin. (Haris)

BACA JUGA:  Lupa Matikan Kompor, Kandang Ayam Ludes Terbakar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *