GJLS Berapi-Api Pikat Penonton lewat Komedi dan Drama Persahabatan

GJLS Berapi-Api Pikat Penonton lewat Komedi dan Drama Persahabatan
Cast film GJLS Berapi-Api bersama para penonton pada pemutaran khusus film tersebut di Cinema XXI CSB Mall, Jumat (16/10/2026). (Haris/Citrust.id)

Citrust.id – Pemutaran khusus film GJLS Berapi-Api di Cinema XXI Cirebon Super Block (CSB Mall), Jumat (16/10/2026), berlangsung dengan tiket terjual habis. Antusiasme penonton dalam rangkaian tur “Pemadaman Duluan” itu terlihat dari penuhnya studio, mulai dari bangku belakang hingga barisan terdepan.

Acara ini menghadirkan Aurra Kharisma dan Sadha Triyudha yang berperan sebagai bagian dari regu Algojo Api, serta komika Khairul Umam. Kehadiran mereka dalam sesi temu sapa di lobi bioskop disambut meriah oleh penonton dan Komunitas Komika Cirebon yang datang untuk menyaksikan film lebih awal.

Disutradarai Monty Tiwa, GJLS Berapi-Api mengangkat kisah trio pemadam kebakaran yang diperankan Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir. Alih-alih hanya menghadapi kebakaran besar, mereka justru kerap mendapat tugas tak biasa, mulai dari membantu orang yang kepalanya tersangkut di jeruji pagar hingga menangani urusan pengambilan rapor anak sekolah dasar.

Berbagai situasi tersebut mengundang gelak tawa penonton sepanjang pemutaran. Namun, film ini tidak berhenti pada komedi. Menjelang akhir cerita, kisah persahabatan dan perjuangan orang-orang yang kerap dipandang sebelah mata membawa suasana bioskop menjadi lebih emosional.

Respons penonton Cirebon turut mendapat perhatian Aurra Kharisma. Ia mengaku terkesan dengan sambutan yang diterima film tersebut, terlebih karena penonton tidak hanya tertawa, tetapi juga tersentuh oleh perjalanan para karakternya.

“Energi penonton Cirebon sore ini luar biasa panas! Kami nggak nyangka studio bisa sepadat dan se-pecah ini. Di film ini, karakterku sebagai regu Algojo Api memang menggembleng fisik trio GJLS tanpa ampun, tapi melihat respons penonton yang tertawa lepas sekaligus terharu, rasanya semua perjuangan fisik saat syuting terbayar lunas,” ungkap Aurra.

BACA JUGA:  Wayang Wong "Sumantri Ngenger" Meriahkan Hari Jadi Cirebon ke-599

Menurut Aurra, proses produksi juga menghadirkan tantangan tersendiri karena para pemain harus berhadapan langsung dengan api dan cuaca yang sulit diprediksi. Meski begitu, kekompakan yang dibangun sejak tahap persiapan membantu para pemain menjalani proses syuting dengan lebih siap.

Ia mengatakan, angin dan perubahan cuaca menambah tantangan ketika pengambilan gambar berlangsung. Namun, suasana kerja yang menyenangkan serta kedekatan antarpemain membuat proses tersebut tetap bisa dinikmati.

Sadha Triyudha juga menceritakan pengalaman menghadapi api selama produksi. Meskipun para pemain telah mengikuti workshop, menurutnya, kondisi api yang tidak selalu bisa diprediksi membuat proses syuting tetap menantang.

Sadha menilai, sambutan penonton di Cirebon menjadi pengalaman berharga bagi tim film. “Tiket ludes dalam sekejap adalah bukti kalau warga Cirebon butuh hiburan yang jujur dan relatable. Film ini bukan cuma menertawakan kebodohan karakter, tapi mengajak kita berdamai dengan kegagalan hidup bersama sahabat,” tambahnya.

Sementara itu, Co-Producer Fiqi Wandiya Septa Pratama mengapresiasi kerja keras para pemain selama produksi. Ia menjelaskan bahwa mereka menjalani sejumlah workshop dan melakukan adegan tanpa bantuan pemeran pengganti atau stuntman.

“Untuk proses produksinya kita patut apresiasi teman-teman. Para pemeran tidak pakai stuntman sama sekali. Dan itu kita melakukan workshop berkali-kali dan cukup berat, kadang berisiko juga. Tapi dengan semangatnya mereka, bersyukurnya syuting ini berjalan dengan lancar tanpa ada cedera sedikit pun,” ujarnya.

Pengalaman yang diangkat dalam film tersebut juga berkaitan dengan situasi yang ditemui petugas pemadam kebakaran dalam pekerjaan sehari-hari. Khairul Umam mengatakan, sejumlah kasus yang ditampilkan memang terjadi di lapangan.

“Banyak hal-hal relate yang diangkat juga di dalam film itu tentang Damkar,” kata Khairul saat menjelaskan kesesuaian cerita film dengan pengalaman petugas damkar.

BACA JUGA:  Banjir Waled Makan Korban! 2 Rumah Ambruk, Dua Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, penonton juga berkesempatan merasakan pengalaman menjadi pemadam kebakaran melalui wahana bus GJLS Berapi-Api yang hadir selama roadshow. Tur “Pemadaman Duluan” dijadwalkan berlanjut ke berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera, sebagai bagian dari perjalanan promosi yang mencakup 23 kota.

GJLS Berapi-Api merupakan film persembahan Amadeus Sinemagna bersama GJLS Entertainment. Selain Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Aurra Kharisma, Sadha Triyudha, dan Khairul Umam, film ini turut dibintangi Carissa Perusset, Indira Ayu Maharani (Inayma), Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, dan Rio Dumatubun.

Film komedi aksi tersebut dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 5 November 2026. (Haris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *