Program Pemenuhan Gizi Jangkau Pelajar, Balita, hingga Ibu Hamil

  • Bagikan

Citrust.id – Badan Gizi Nasional merupakan salah satu mitra kerja Komisi IX DPR RI. Kehadiran lembaga tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi berbagai program pemenuhan gizi di tingkat nasional maupun daerah. Pelaksanaan program juga melibatkan masyarakat sebagai bentuk pengawasan agar berjalan dengan baik, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masa depan bangsa Indonesia.

Sosialisasi program pemenuhan gizi digelar di Graha Arroma Bedas Center, Kabupaten Bandung, Kamis (5/3), mulai pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya, Kepala KPPG Cirebon Yulian Septa Pratama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga Kabupaten Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, Asep Romy Romaya memaparkan perkembangan pelaksanaan program pemenuhan gizi di wilayah Bandung. Ia menyebutkan bahwa penyebaran dapur sehat atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus meningkat dan telah menjangkau banyak kelompok penerima manfaat.

“Di Kabupaten Bandung, program ini pada awal Maret 2026 telah memiliki kurang lebih 250 dapur sehat atau SPPG yang tersebar di beberapa kecamatan. Melalui program ini, banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Asep Romy.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan dapur sehat turut membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitar lokasi operasional.

“Selain itu, terdapat sekitar 47 petugas yang bekerja di setiap wilayah dapur. Artinya, pelaksanaan program ini juga dapat membantu meningkatkan jumlah tenaga kerja di daerah,” katanya.

DPR RI, melalui fungsi pengawasannya, akan terus memantau pelaksanaan program tersebut. Lembaga legislatif itu juga mendorong Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan pengawasan dalam pengelolaan dan pelaksanaan program agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta tepat sasaran.

BACA JUGA:  Obon Tabroni Tekankan Pentingnya Asupan Gizi untuk Generasi Muda

Program pemenuhan gizi ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, antara lain peserta didik pada jenjang pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama di lingkungan pendidikan umum. Program ini juga mencakup pendidikan kejuruan, pendidikan keagamaan, pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus, serta pendidikan pesantren.

Selain itu, penerima manfaat program juga meliputi anak usia di bawah lima tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *