oleh

Tenaga Kerja Lokal di Hotel Kota Cirebon Baru Terserap Lima Persen

CIREBON (CT) – Menindaklanjuti banyaknya pengangguran di Kota Cirebon, Walikota Nasrudin Azis pernah berpesan kepada seluruh pengusaha untuk senantiasa mengutamakan tenaga kerja lokal dalam mendirikan usahanya.

Namun, fakta mengejutkan disampaikan Perhimpunan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon. Disebutkan, tegana kerja lokal yang menempati sektor pekerjaan di bidang hotel dan restoran tak kurang dari lima persen dari keseluruhan karyawan.

Ketua PHRI Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki memaparkan, gambaran itu menunjukan bahwa warga lokal kalah bersaing dengan pendatang yang secara sumber daya lebih siap.

“Pegawai hotel yang asli warga Kota Cirebon itu masih di bawah lima persen, kami sebagai pengusaha hotel tidak pernah membeda-bedakan calon karyawan itu dari warga Kota Cirebon atau dari kabupaten, yang penting layak bekerja atau tidak,” ujar pria yang akrab disapa Kiki itu.

Kiki pun menyambut baik anjuran walikota yang ingin warga pribumi diutamakan. Namun, sebagai pengusaha, pihaknya tentu menginginkan tenaga kerja yang kompetitif dan bisa diandalkan. Ia pun berpesan, di situlah letak pemerintah berperan dalam menyiapkan tenaga kerja yang unggul dan kompetitif.

“Kebanyakan yang beminat kerja di hotel juga warga kabupaten CirebonK. Kita ga munafik ingin dapat pekerja yang kompetitif dan bisa diandalkan. Di hotel saya sendiri, warga Kota Cirebonnya masih di bawah 10 orang, bis dihitung pakai jari,” terang pria yang juga seorang Owner dari Grand Tryas Hotel itu. (Wilda)

BACA JUGA:   Polsek Majalengka Kota Tanam Pohon di Objek Wisata Gunung Karang

Komentar

News Feed