oleh

Tanpa Bahasa, Seni dan Budaya Tak Akan Berkembang

Cirebontrust.com – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2017, Madrasah Aliiyah Negeri (MAN) 1 Cirebon menggelar Gebyar Bahasa dan Budaya bertajuk “Melalui Bahasa Kita Genggam Seni dan Budaya”.

Salah satu rangkaian kegiatan even tersebut adalah orasi budaya, Sabtu (28/10) yang menghadirkan pemateri Hj Ratu Raja Arimbi Nurtina dari Keraton Kanoman serta Penulis dan Budayawan Cirebon, H Casta.

Pada kesempatan itu, Casta menjelaskan, mengembalikan semangat nasionalisme melalui momentum sumpah pemuda yang ditandai dengan menggali nilai-nilai budaya harus digagas semua lapisan masyarakat.
Dikatakannya, Cirebon dalam konteks kebudayaan, ruh-nya adalah Islam. Islam dikemas dalam bentuk kebudayaan masyarakat Cirebon. Sehingga menurutnya kalangan umat Islam diharapkan tidak phobia terhadap kebudayaan.

“Budaya yang tidak memiliki nilai-nilai agama akan sesat. Kita harus mulai mengawinkan antara kajian budaya dan agama,” ujar Casta.

Hj Ratu Raja Arimbi Nurtina mengatakan, di era sekarang ini, bahasa ibu sudah banyak yang melioakan bahasa ibu. Padahal di dalam bahasa ibu terkandung nikai-nilai yang mulia.

“Melalui momentum ini, diharapkan bisa menggalakkan kembali bahasa ibu sebagai pegangan hidup sehari-hari,” terangnya.

Kepala MAN 1 Cirebon, Muhammad Isra Mutamarullah, mengungkapkan, dirinya menekankan anak didik untuk untuk mengisi kemerdekaan dengan terus belajar. Dengan demikian, diharapkan mereka bisa menjadi pemimpin yang membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Seni, budaya dan bahasa saling terkait. Seni dan budaya harus didukung dengan bahasa.

“Tanpa bahasa, seni dan budaya tidak akan berkembang dengan baik,” pungkasnya. (Haris)

BACA JUGA:   Telkomsel Berkomitmen Hadirkan Layanan Digital hingga Wilayah Pesisir

Komentar

News Feed