oleh

Soal Rekom Pilgub, Kader Golkar Majalengka Pertanyakan Keputusan DPP

Majalengkatrust.com – Masih terkait polemik rekom DPP Partai Golkar untuk Pilgub Jabar, kader Partai Golkar di daerah kembali menanggapi pernyataan terbaru dari Sekjen Partai Golkar yang memastikan bahwa Partai Golkar akan mengusung Ridwan Kamil dalam pilgub Jabar. Keprihatinan kali ini datang dari salah satu Ketua PK (Pimpinan Kecamatan) Partai Golkar di Jawa Barat

“Sejak munculnya SK yang dinyatakan bodong oleh Sekjen dan unjuk rasa kami ke DPP Partai Golkar belum lama ini, kami kader partai dan simpatisan tidak henti-hentinya mempertanyakan keputusan DPP itu. Hari ini muncul lagi pernyataan Sekjen yang akan mengusung Ridwan Kamil dalam Pilgub Jabar. Tidak ajeg-nya Partai Golkar mulai dibicarakan di warung kopi, karena kami yakin SK yang diakui bodong pun sebetulnya asli. Terbukti sekarang.” papar Dadang Mulyawan, Ketua PK Partai Golkar Palasah, Kabupaten Majalengka,Minggu (29/10).

Menurut Dadang yang juga pengusaha tahu ini, kader dan simpatisan menaruh harapan besar terhadap pencalonan Dedi Mulyadi sebagai calon Gubernur Jawa Barat “Kemarin kami baru merayakan ulang tahun partai, katanya Golkar Sahabat Rakyat. Rakyat yang mana? Sepertinya tidak mungkin dapat menjadi sahabat rakyat, rakyat tidak akan percaya. Kader terbaiknya saja dikhianati, apalagi rakyat. Pasti rakyat akan mikir begitu” keluh Dadang.

Masih menurut Dadang, sebaiknya aspirasi kader partai lebih di dengar daripada mendengar arahan pihak lain “Kata Pak Sekjen ini hasil komunikasi dengan partai lain. Ini kan politik, seperti halnya saya dagang, ada persaingan. Saya saja yang bodo tahu kalau partai pesaing pasti ingin Partai Golkar hancur, kok malah didengar, dijadikan keputusan, sementara aspirasi kita diabaikan.” lanjut Dadang.

Selanjutnya Dadang meminta agar pengurus DPP mau turun ke bawah untuk mendengar aspirasi kader “Pengurus DPP harus mau berdialog dengan kami di bawah, para pedagang, petani, buruh yang sudah jadi kader puluhan tahun, dengarkan keinginan kader dan simpatisan. Jangan memutuskan dari balik meja. Kalau sudah kehilangan suara kami, baru tahu rasa Golkar tidak punya kekuatan lagi. Kudu aya nu tanggung jawab (harus ada yang bertanggung jawab)” tutup Dadang.
Majalengkatrust.com – Masih terkait polemik rekom DPP Partai Golkar untuk Pilgub Jabar, kader Partai Golkar di daerah kembali menanggapi pernyataan terbaru dari Sekjen Partai Golkar yang memastikan bahwa Partai Golkar akan mengusung Ridwan Kamil dalam pilgub Jabar. Keprihatinan kali ini datang dari salah satu Ketua PK (Pimpinan Kecamatan) Partai Golkar di Jawa Barat

BACA JUGA:   Pelajar NU Siap Atasi Kenakalan Remaja

“Sejak munculnya SK yang dinyatakan bodong oleh Sekjen dan unjuk rasa kami ke DPP Partai Golkar belum lama ini, kami kader partai dan simpatisan tidak henti-hentinya mempertanyakan keputusan DPP itu. Hari ini muncul lagi pernyataan Sekjen yang akan mengusung Ridwan Kamil dalam Pilgub Jabar. Tidak ajeg-nya Partai Golkar mulai dibicarakan di warung kopi, karena kami yakin SK yang diakui bodong pun sebetulnya asli. Terbukti sekarang.” papar Dadang Mulyawan, Ketua PK Partai Golkar Palasah, Kabupaten Majalengka,Minggu (29/10).

Menurut Dadang yang juga pengusaha tahu ini, kader dan simpatisan menaruh harapan besar terhadap pencalonan Dedi Mulyadi sebagai calon Gubernur Jawa Barat “Kemarin kami baru merayakan ulang tahun partai, katanya Golkar Sahabat Rakyat. Rakyat yang mana? Sepertinya tidak mungkin dapat menjadi sahabat rakyat, rakyat tidak akan percaya. Kader terbaiknya saja dikhianati, apalagi rakyat. Pasti rakyat akan mikir begitu” keluh Dadang.

Masih menurut Dadang, sebaiknya aspirasi kader partai lebih di dengar daripada mendengar arahan pihak lain “Kata Pak Sekjen ini hasil komunikasi dengan partai lain. Ini kan politik, seperti halnya saya dagang, ada persaingan. Saya saja yang bodo tahu kalau partai pesaing pasti ingin Partai Golkar hancur, kok malah didengar, dijadikan keputusan, sementara aspirasi kita diabaikan.” lanjut Dadang.

Selanjutnya Dadang meminta agar pengurus DPP mau turun ke bawah untuk mendengar aspirasi kader “Pengurus DPP harus mau berdialog dengan kami di bawah, para pedagang, petani, buruh yang sudah jadi kader puluhan tahun, dengarkan keinginan kader dan simpatisan. Jangan memutuskan dari balik meja. Kalau sudah kehilangan suara kami, baru tahu rasa Golkar tidak punya kekuatan lagi. Kudu aya nu tanggung jawab (harus ada yang bertanggung jawab)” tutup Dadang. (Abduh)

Komentar

News Feed