oleh

Ritual Pengisisian Wayang Kulit Berusia 400 Tahun Keraton Kacirebonan

Citrust.id – Cirebon sebagai daerah yang dikenal dengan Kota Wali, tidak sebatas hanya karena terdapat makam Sunan Gunung Jati. Melainkan juga memiliki sejarah, tradisi dan kekhasan yang unik. Terlebih Cirebon memiliki 3 keraton dengan ciri masing-masing, salah satunya Keraton Kacirebonan.

Keraton Kacirebonan, berlokasi di Jalan Pulasaren Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon. Setiap Jumat Kliwon, Keraton Kacirebon memiliki ritual khusus untuk merawat ratusan wayang yang kini usianya diperkirakan sudah mencapai 400 tahun.

“Setiap Jumat Kliwon, kami melakukan pengisisian atau angin-angin wayang. Hal tersebut sebagai upaya merawat dan meruwat wayang kulit yang sudah berusia ratusan tahun,” ujar Elang Iyan Arifudin, selaku Kepala Unit Cagar Budaya Keraton Kacirebon saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Elang Iyan juga menjelaskan, Ada dua kotak untuk menyimpan wayang, keduanya memiliki nama yang berbeda, yakni Kotak Wayang Anggon dan Kotak Jimat. Peti Wayang Anggon berjumlah 175 tokoh wayang. Sedangkan Kotak Jimat hanya 150 tokoh wayang.

“Pengisisan wayang kulit dimulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Sebelum diisis, saat mengeluarkan wayang dari kotak, kita memanjatkan doa terlebih dahulu. Hal itu untuk menghormati leluhur karena menggunakan wayang sebagai media dakwah,” katanya.

Elang Iyan menambahkan, untuk wayang kulit yang disimpan di Kotak Anggon, hingga saat ini masih dipagelarkan setahun sekali. Sedangkan Wayang Kotak Jimat, tidak pernah dipagelarkan lagi. “Wayang anggon dipagelarkan setiap 1 Muharam. Tetapi untuk wayang di Kotak Jimat, tidak pernah dipagelarkan lagi sejak tahun 1814,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Elang Iyan mengakui, seluruh wayang dari dua kotak tersebut terbuat dari kulit kerbau betina. Hal itu memiliki alasan, lantaran kulit kerbau betina memiliki tekstur lebih halus dibanding kerbau jantan.

BACA JUGA:   Usai Cerai Langsung Dapat e-KTP dan KK dengan Status Baru

“Proses pembuatan satu tokoh wayang, bisa menghabiskan waktu selama 3-5 pekan.,” ungkap Iyan.

Elang Iyan mengharapkan, Pemerintah Kota Cirebon biasa turut andil dalam merawat dan melestarikan benda yang berusia ratusan tahun. “Perawatan cukup besar, karena perawatan benda kuno sangat berbeda dan butuh sentuhan khusus,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed